Selasa, 13 November 2018

Kata Wapres JK Soal Pemilu Serentak Lebih Mudah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pemilihan umum serentak yang dilaksanakan saat ini lebih ringan dibanding pemilu sebelumnya. Sebab, Komisi Pemilihan Umum telah mengatur ketentuan pemilu menjadi lebih efisien.

    "Pemilu itu semakin bermutu dengan tidak adanya baliho, iklan di TV yang terbatas, semuanya itu memberikan efisiensi," kata Kalla saat menutup rapat koordinasi pemilihan kepala daerah di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 31 Januari 2017.

    Menurut Kalla, ketentuan tersebut membuat kontestan pemilu lebih menyentuh masyarakat. "Sehingga para calon itu lebih banyak bersentuhan dalam masyarakat. Itulah perbedaan daripada pemilu dulu dengan sekarang," ujar Kalla.

    Baca: 

    Ditangkap Kasus Makar, Firza Husein Didampingi 5 Pengacara

    Kalla pun menyatakan pilkada serentak yang dilaksanakan sejak 2015 membuat potensi konflik kecil terjadi. Sebab, pola yang terdapat di setiap daerah. "Pengalaman yang lalu dalam proses pemilu kampanye sangat kecil gesekan," ujar dia.

    Jika ada suatu gesekan, kata Kalla, terjadi sentimen yang berkembang dalam masyarakat di daerah yang menggelar pilkada. Ia berharap pihak kepolisian dan kejaksaan memproses secara hukum. "Kami mengharapkan, baik kepolisian maupun kejaksaan, menjalankan proses sebaik-baiknya," ucap Kalla.

    Hari ini, Kementerian Dalam Negeri menggelar rapat koordinasi menjelang Pilkada Serentak 2017. Rapat tersebut dihadiri Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian, serta Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Hadir juga perwakilan KPU dan Bawaslu dari daerah pelaksana pilkada. 

    ARKHELAUS W.

    Simak juga:
    JK Bicara Dugaan Percakapan Rizieq-Firza: Kok Kayak Novel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?