Beruang Kelaparan Masuk Kampung, Warga Bengkulu Cemas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor beruang madu (Herlatos malayanus) memanjat pohon di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, 21 Januari 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Seekor beruang madu (Herlatos malayanus) memanjat pohon di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, 21 Januari 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBengkulu – Warga Desa Sido Mulyo, Desa Napal, dan Desa Tais, Kecamatan Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dibuat panik dan ketakutan oleh kedatangan seekor beruang madu dewasa setinggi lebih dari dua meter beberapa hari terakhir.

    Menurut salah seorang warga Tais, Sepriandi, beruang berukuran cukup besar ini tidak hanya kerap terlihat di desa mereka, tapi juga merusak tanaman dan pekarangan warga.

    Baca: Analis Politik: Menuju 2019 Cikeas Vs Teuku Umar Memanas

    “Kehadiran beruang liar, apalagi dalam kondisi kelaparan seperti itu, tentu saja membuat warga ketakutan,” kata Sepriandi saat dihubungi, Selasa, 31 Januari 2017.

    Menurut dia, beruang betina tersebut tidak hanya turun ke desa pada malam hari, tapi juga siang hari. Warga pun berusaha menghalau beruang itu agar kembali ke perbukitan di Taman Buru Semidang Bukit Kabu yang menjadi habitatnya.

    Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Abu Bakar mengatakan saat ini tim BKSDA telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap beruang.

    Simak: Taufik Ismail Sebut Bagimu Negeri Sesat, Kiai NU: Berlebihan

    Abu Bakar menjelaskan, BKSDA telah memasang ranjau dan kerangkeng jebakan untuk menangkap beruang yang menteror warga tersebut. Namun, hingga saat ini, beruang madu tersebut belum berhasil ditangkap.

    "Tim kita masih bersiaga di lokasi guna memantau kondisi di tiga desa tersebut. Jika beruang itu tertangkap, akan kami evakuasi ke lokasi yang lebih aman," kata Abu Bakar.

    Menurut dia, beruang diduga turun ke perkampungan lantaran di kawasan hutan sudah tidak ada lagi makanan, karena kawasan hutan telah dirusak oleh para perambah.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.