JK: Kebijakan Anti-imigran Menyalahi Nilai AS Sendiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang anti-imigran akan merugikan Amerika sendiri. Sebab kebijakan itu, menurut JK, bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut rakyat Amerika.

    "Itu membahayakan keutuhan Amerika dan membahayakan value, nilai-nilai, Amerika, karena orang Amerika itu asalnya para imigran. Nilai itu mereka pertahankan," kata Kalla, di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, 31 Januari 2017.

    Baca: Sakit, Hasyim Muzadi Bisikkan Sesuatu ke Jusuf Kalla

    Trum melarang warga dari tujuh negara untuk masuk ke Amerika, yaitu Iran, Irak, Suriah, Sudan, Libya, Yaman, dan Somalia. Khusus Suriah, larangan masuk diberlakukan tanpa batas waktu. Trump menyatakan larangan masuk itu bukan ditujukan terhadap warga dengan latar belakang agama tertentu, yakni Islam.

    "Supaya jelas, aturan ini bukan larangan terhadap muslim, seperti yang dilaporkan media. Ini tidak terkait agama melainkan tentang perang melawan teror dan menjaga negara kita tetap aman,” kata Donald Trump seperti dikutip The Hill, Senin, 30 Januari 2017.

    Baca: Jusuf Kalla Sebut Tiga Kebijakan Penghambat

    Trump berdalih bahwa ada 40 negara di dunia dengan penduduk mayoritas Islam, “Tetapi tidak masuk dalam aturan ini.”

    Kalla mengatakan Indonesia tidak terlalu merasakan dampak langsung pada kebijakan anti-imigran Trump, karena Indonesia tidak termasuk pada tujuh negara tersebut. Namun, kebijakan Trump dianggap akan menambah kecurigaan, khususnya pada orang yang beragama Islam.

    "Kalau Indonesia efeknya secara langsung pasti tidak besar, karena tidak termasuk di situ. Tapi bisa juga menambahkan kecurigaan, khususnya untuk yang Islam," kata Kalla.

    AMIRULLAH SUHADA | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.