KPU Pusat Sebut Sisa Anggaran Rp 500 Miliar Belum Dicairkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menunjukkan contoh surat suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang di ruang kerjanya, Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis (5/6). Menurut Arief Budiman desain tersebut akan segera dicetak minggu ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menunjukkan contoh surat suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang di ruang kerjanya, Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis (5/6). Menurut Arief Budiman desain tersebut akan segera dicetak minggu ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat Arief Budiman menghadiri Rapat Koordinasi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Serentak 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Arief mengatakan pihaknya sudah siap menghadapi hari pemilihan yang akan dilaksanakan pada 15 Februari nanti.

    Menjelang hari pemilihan, Arief mengatakan dari total anggaran yang disusulkan dan disepakati sebesar Rp 4,2 triliun, anggaran yang tersisa masih sekitar Rp 500 miliar yang belum dicairkan. Lewat rapat koordinasi nanti, Arief mengatakan akan mengimbau kepada kepala daerah untuk segera mempercepat pencairan dana.

    Baca juga:
    Ketua MUI Ma`ruf Amin Bersaksi, Pengacara Ahok Mau Tanya Ini
    Datangi Sidang, Ahmad Dhani KW Beri Dukungan ke Ahok

    "Kami sampaikan dan ingatkan kepada kepala-kepala daerah untuk mempercepat proses pencairan. Karena kalau tidak bisa menganggu jalannya tahapan," ujar Arief di Hotel Bidakara, Selasa, 31 Januari 2017.

    Selain itu, Arief mengatakan dalam pertemuan ini, ada beberapa hal lain yang akan disampaikan terkait dengan kesiapan KPU menghadapi pilkada serentak. Adapun salah satu yang akan dibahas adalah kesiapan personel yang bertugas hingga hari pemilihan. Menurut Arief, pihaknya sudah merekrut personel tambahan demi kelancaran pesta demokrasi nanti.

    "Kami sampaikan rekrutmen seluruh personel, termasuk beberapa daerah yang KPU kabupaten atau kotanya diputus oleh DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum), diperingatkan, dan diberhentikan. Kami pastikan daerah-daerah itu tidak bermasalah," kata Arief.

    Simak:
    Menuju 2019, Analis Politik: Cikeas Vs Teuku Umar Memanas
    Analis Politik: Antasari Azhar Simbol Pertarungan Dimulai

    Kemudian, Arief mengatakan kebutuhan logistik sudah siap di 75 kabupaten dan kota. Saat ini, logistik tersebut sudah tiba di masing-masing lokasi tersebut. Sedangkan, 26 kabupaten dan kota lainnya masih dalam proses pendistribusian ke kabupaten dan kotanya.

    "Selanjutnya, yang akan dilakukan adalah sorting dan pengepakkan. Kemudian, satu minggu sebelum hari H itu mulai dilakukan pengiriman ke kecamatan, desa, dan TPS (tempat pemungutan suara)," ujar Arief.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.