Popularitas FPI Tinggi, Bersanding NU dan Muhammadiyah

Reporter

Editor

Elik Susanto

Peneliti Alvara Research Center Hasanudin Ali (paling kiri) menjelaskan hasil survei Potret Keberagamaan Muslim Indonesia di Gedung PBNU, Jakarta, Senin, 30 Januari 2017. Aditya Budiman/Tempo.

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah tetap sebagai perkumpulan umat Islam terbesar di Indonesia. Namun, saat ini, ormas Front Pembela Islam (FPI) sedang naik daun dan posisinya telah bersanding dengan dua ormas yang didirikan sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut.

Berdasarkan survei Alvara Research Center tentang potret keberagamaan muslim Indonesia menyebutkan popularitas NU, Muhammadiyah, dan FPI menempati posisi tertinggi. "NU mendapatkan 69,3 persen suara dari responden, Muhammadiyah 14,5 persen, dan FPI 9 persen," kata pendiri Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, Senin, 30 Januari 2017.

Baca: Pandangan Ketua PBNU Soal Pamor FPI Versi Survei Alvara

Dari sisi paling dikenal publik, FPI, NU, dan Muhammadiyah sama-sama mendapat respons tinggi. NU di posisi paling dikenal dengan capaian 97,0 persen, Muhammadiyah 93,4 persen, dan FPI 68,8 persen. Bahkan FPI sudah menyalip ormas Islam lain, seperti Lembaga Dakwah Islamiah (LDII) 35,5 persen, PERSIS 19,0 persen, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) 13,5 persen, dan Front Umat Islam (FUI) 9,8 persen.

Hasan menjelaskan, latar belakang survei dilakukan tidak lepas dari bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pada 2035, penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 305,6 juta orang.

Indonesia, menurut Hasan, akan mendapatkan bonus demografi, yakni besarnya penduduk yang berusia produktif mulai 2020. "Indonesia akan didominasi kelas menengah," kata Hasan. Ciri kelas menengah, di antaranya percaya diri, berani berpendapat, dan berpikir out of the box. 

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 1.626 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan ialah multi stage random sampling dengan margin error 2,47 persen. Survei dilakukan sepanjang minggu keempat hingga minggu pertama Desember 2016 dengan usia responden 17-65 tahun. 

Simak Juga: FPI Disebut Pelanggar Kebebasan Berkeyakinan

Temuan lainnya, lanjut Hasan, 95 persen muslim di Indonesia memandang penting peran agama dalam kehidupan sehari-hari. "Umat Islam Indonesia umumnya religius," kata Hasan yang melansir surveinya di Gedung PBNU, Jakarta.

Hasan juga menyatakan ada sejumlah indikator sejauh mana agama berperan penting dalam keseharian. Beberapa di antaranya kehadiran di acara keagamaan, frekuensi menjalankan salat lima waktu, dan tingkat kesadaran terhadap organisasi massa Islam. 

Dalam hal kehadiran di acara keagamaan, kata Hasan, 26,5 persen responden menyatakan beberapa kali dalam setahun hadir. Sementara lainnya 28,8 persen menuturkan seminggu sekali mendatangi acara keagamaan. "Hanya lima persen yang tidak pernah datang ke acara keagamaan," kata Hasan. 

Baca: Polisi Usut Chat Mesum Rizieq FPI dan Firza Husein

Terkait dengan intensitas salat lima waktu, 41,8 persen responden mengaku sering salat dan 22 persen selalu salat lima waktu serta salat berjamaah kadang-kadang. Hanya 0,9 persen responden yang mengatakan sama sekali tidak salat. 

Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siroj mengatakan, dari hasil survei terlihat pemahaman responden terhadap Islam masih relatif rendah. Menurut Said Aqil, apabila ada responden yang tertarik dengan ormas FPI, pemahamannya belum bagus. "Masih rendahnya (pemahaman terhadap Islam) jawaban dari responden," ujarnya.

ADITYA BUDIMAN






Kontroversi Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, Ini Penjelasan Pakar Bahasa

21 jam lalu

Kontroversi Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, Ini Penjelasan Pakar Bahasa

Pakar Bahasa dari UIN Syarif Hidayatullah sebut dari segi bahasa, lagu itu tidak memiliki unsur negatif, namun dari segi kepantasan tidak pas.


24 Tahun PKB, Pernah Hampir Punya Nama Nahdla Ummah, Ada pula Tim Lima, Siapa Saja Anggotanya?

25 hari lalu

24 Tahun PKB, Pernah Hampir Punya Nama Nahdla Ummah, Ada pula Tim Lima, Siapa Saja Anggotanya?

Pada 23 Juli 1998, deklarasi parpol inisiasi Nahdlatul Ulama, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur menginisiasi, ada pula tim lima, siapa?


PBNU Buka Pendaftaran Beasiswa ke Universitas Al Azhar Kairo

35 hari lalu

PBNU Buka Pendaftaran Beasiswa ke Universitas Al Azhar Kairo

Pendaftaran beasiswa ke Universitas Al Azhar Kairo dibuka sejak 14-20 Juli 2022.


UNU Yogyakarta dan UEA Teken MoU Pendirian Sekolah Masa Depan

47 hari lalu

UNU Yogyakarta dan UEA Teken MoU Pendirian Sekolah Masa Depan

Penandatangan MoU antara PBNU dan UEA dilakukan untuk mendirikan sekolah masa depan di bawah UNU Yogyakarta


Rahasia Pesantren Tambakberas Berdiri Hingga Usia Hampir 2 Abad

52 hari lalu

Rahasia Pesantren Tambakberas Berdiri Hingga Usia Hampir 2 Abad

Putri Abdul Wahab, Nyai Mundjidah Wahab memaparkan, ada empat modal yang menjadi rahasia Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Apa saja?


Profesor NU, Anak Penjual Petis Jadi Rektor UIN Sunan Ampel

13 Juni 2022

Profesor NU, Anak Penjual Petis Jadi Rektor UIN Sunan Ampel

Muzakki yang merupakan Guru besar bidang Sosiologi Pendidikan UIN Sunan Ampel adalah seorang putra penjual petis di Pasar Sidoarjo.


Ketua Majelis Sang Presiden Dukung Anies Baswedan, PBNU: Ia Pernah di LPBHNU

9 Juni 2022

Ketua Majelis Sang Presiden Dukung Anies Baswedan, PBNU: Ia Pernah di LPBHNU

Ahmad Nurul Huda Haem menyatakan Ketua Majelis Sang Presiden Abu Abdurrahman memang pernah duduk sebagai Wakil Ketua LPBHNU.


Ketua Panitia Majelis Sang Presiden Dukung Anies Disebut NU, PBNU Membantah

9 Juni 2022

Ketua Panitia Majelis Sang Presiden Dukung Anies Disebut NU, PBNU Membantah

Ketua PBNU Ahmad Fahrurrozi mengaku tidak mengenal ketua panitia deklarasi dukung Anies Capres 2024 di Hotel Bidakara.


Bicara soal Memilih Pemimpin, Said Aqil: Yang Pluralis dan Berbudaya

28 Mei 2022

Bicara soal Memilih Pemimpin, Said Aqil: Yang Pluralis dan Berbudaya

Mantan Ketum PBNU, Said Aqil Siradj, mengimbau masyarakat agar memilih pemimpin yang diterima semua pihak


Gus Jazil Ajak Nahdliyin Gotong Royong Bangun RSNU Gresik

14 Mei 2022

Gus Jazil Ajak Nahdliyin Gotong Royong Bangun RSNU Gresik

Nahdlyin yang bersatu dan bekerja sama akan lebih mudah membangun bangsa.