Diduga Pakai Sabu, Polisi Bekuk Bekas Bupati Teluk Wondama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alberth H. Torey. TEMPO/ Arie Basuki

    Alberth H. Torey. TEMPO/ Arie Basuki

    TEMPO.CO, Manokwari — Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Manokwari Papua Barat menangkap bekas Bupati Teluk Wondama Alberth Torey. Bupati dua periode itu dibekuk pada Minggu dinihari, 29 Januari 2017, sekitar pukul 01.00 WIT.

    Kapolres Manowkari Ajun Komisaris Besar Christian Rony Putra membenarkan kabar penangkapan tersebut. “Yang bersangkutan ditangkap anggota di rumah kediamannya, Jalan Pertanian, Kelurahan Wosi, Kabupaten Manokwari,” kata Kapolres melalui telepon selulernya.

    Rony berujar Alberth ditangkap karena diduga mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 0,02 gram. “AT (Alberth Torey) sudah ditetapkan sebagai tersangka, nanti kita akan gelar perkara bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Barat,” tutur Rony.

    Rony menuturkan kasus tersebut bakal diusut hingga tuntas. Ia mengaku, banyak yang mencoba mengintervensi kasus ini. “Meminta kasus ini agar dapat di-86-kan, jelas saya tidak mau. Biar bagaimanapun, saya tetap proses hukum, karena ini menyangkut prinsip saya,” ujarnya.

    Menurut Kapolres, kasus itu masih dalam tahap pengembangan guna mengetahui dari mana asal sabu yang diperoleh Albreth. “Saya mau tegaskan, kasus narkoba tidak bisa diselesaikan secara hukum adat. Tetap harus diproses hukum,” tandasnya.

    Meski berstatus sebagai tersangka, saat ini Alberth sedang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari. “Perawatan ini dilakukan dengan mendapat pengamanan ketat anggota saya,” ucapnya.

    Alberth tak hanya kali ini saja terjerat kasus penggunaan narkoba. Pada April 2011, ia terjerat kasus yang sama bersama istri keduanya, Viviani Idriyani.

    HANS ARNOLD

    Baca juga:
    Hollywood Bereaksi terhadap Kebijakan Trump Larang Muslim
    Sylviana Akan Diperiksa Bareskrim Soal Dana Masjid Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.