Satu Jenazah Korban Kapal TKI Tenggelam Dipulangkan ke Ende

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • remacle.org

    remacle.org

    TEMPO.CO, Kupang - Jenazah korban kapal tenaga kerja Indonesia tenggelam di Johor, Malaysia, Yuliana Reku, dipulangkan ke kampung halamannya di Ende, Nusa Tenggara Timur. Jenazah Yuliana dipulangkan pada Senin, 30 Januari 2017.

    Jenazah Yuliana tiba di Kupang pada Minggu, 29 Januari 2017, dan langsung disemayamkan sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Johanis Kupang, karena harus dikirim lagi ke Ende. "Jenazah Yuliana sementara kami semayamkan di RSUD Johanis Kupang," kata Siwa, petugas Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nusa Tenggara Timur, Ahad, 29 Januari.

    Baca: Kronologi Penemuan Kapal Pengangkut TKI Karam di Malaysia

    Hari ini, jenazah Yuliana baru akan diterbangkan ke Ende melalui Maumere, Kabupaten Sikka, karena tidak dapat kargo untuk penerbangan ke Ende. "Semoga berjalan lancar, sehingga jenazah bisa diterbangkan ke kampung halamannya," katanya.

    Sudah dua dari tiga korban kapal tenggelam asal Nusa Tenggara Timur yang teridentifikasi dan dipulangkan ke kampung halamannya. Hingga kini total korban dalam insiden kapal tenggelam tersebut sudah ditemukan tak bernyawa sebanyak 24 korban.

    Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Hermono menjelaskan perahu pengangkut TKI yang tenggelam ditemukan masyarakat setempat pada pukul 09.15, Senin, 23 Januari 2017, di Johor, Malaysia.

    “Informasi awal adanya boat pancung karam di Tanjung Rhu, Johor, dan diduga berasal dari Indonesia,” kata Hermono saat dihubungi Tempo, Senin, 23 Januari. Ia menduga mereka berangkat dari wilayah Batam. Ia memastikan mereka berangkat bukan dari pelabuhan resmi.

    YOHANES SEO

    Baca: Kapal Pengangkut TKI Tenggelam, Dua Orang Selamat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.