Rektor UII: Tak Perlu Bikin Petisi untuk Membela Saya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harsoyo, Rektor Universitas Islam Indonesia. Jogpaper.com

    Harsoyo, Rektor Universitas Islam Indonesia. Jogpaper.com

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Harsoyo meminta seluruh civitas akademika UII menerima dan mendukung keputusannya mengundurkan diri sebagai Rektor UII Periode 2014-2018 pada 26 Januari 2017 lalu.

    Pernyataan Harsoyo tersebut untuk menyikapi tanggapan yang bermunculan seusai pernyataan pengunduran dirinya. Ada yang menilai keputusannya itu sebagai bentuk upaya melarikan diri dari tanggung jawab. Ada pula yang menolak keputusannya dengan melakukan kampanye di media sosial melalui tagar #SaveRektorUII ataupun pernyataan sikap.

    “Saya lakukan demi UII. Jadi tidak perlu lagi membuat petisi apa pun untuk membela saya menjadi rektor,” tutur Harsoyo dalam siaran pers melalui email yang diterima Tempo, Minggu, 29 Januari 2017.

    Baca juga:
    Isu Penolakan Rizieq, Bachtiar Nasir: Jangan Terprovokasi
    Politik Indonesia di Tahun Ayam Membangun atau Menghancurkan

    Sebelumnya, Harsoyo telah menyampaikan secara lisan di hadapan dosen, karyawan, dan mahasiswa UII di Lapangan Sepak Bola Kampus Terpadu UII pada tanggal yang sama. Keputusannya itu diucapkan di hadapan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir di Kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V di Yogyakarta.

    Pengunduran diri Harsoyo berkaitan dengan kematian tiga orang mahasiswanya, yaitu Muhammad Fadhli, Syaits Asyam, dan Ilham Nurpadmy Listia Adi, yang diduga mengalami kekerasan saat mengikuti pendidikan dasar The Great Camping XXXVII Mapala Unisi UII pada 14-20 Januari 2017. Selain Harsoyo, Abdul Jamil juga menyatakan mundur sebagai Pembantu Rektor III UII yang disampaikan di Kampus Pascasarjana Fakultas Hukum UII di Jalan Cik Dik Tiro pada Kamis malam, 26 Januari lalu.

    “Pengunduran diri ini tidak menghapus tanggung jawab saya terhadap tewasnya tiga peserta TGC,” ucap Harsoyo.

    Hal itu dibuktikan dengan tim yang masih bekerja dan telah menemukan sejumlah fakta dugaan kekerasan dan identifikasi terduga pelaku. Harsoyo pun menerima surat dari Polres Karanganyar untuk hadir dalam pemeriksaan pada 31 Januari 2017 mendatang. “Surat itu meminta saya untuk menghadapkan panitia TGC sebagai saksi,” kata Harsoyo.

    Baca juga:
    Presiden Joko Widodo Menonton Film Security Ugal-Ugalan
    Riset: Jakarta Masuk 5 Besar Provinsi Intoleransi Keagamaan

    Sebelumnya, lembaga-lembaga mahasiswa tingkat fakultas dan universitas di UII sempat membuat pernyataan sikap atas nama Keluarga Mahasiswa UII tertanggal 27 Januari 2017. Pernyataan sikap yang ditandatangani perwakilan dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), Resimen Mahasiswa (Menwa), Marching Band, Koperasi Mahasiswa, dan takmir masjid di UII mendukung penyelesaian kasus tersebut hingga tuntas. Namun mereka juga menolak pernyataan mundur dari Harsoyo dan Abdul Jamil dengan menyatakan mendukung keduanya secara moral dan prosedural untuk tetap menjadi pemimpin mahasiswa UII.

    Menurut juru bicara UII, Karina Utami Dewi, pengunduran diri Harsoyo sebagai rektor akan diputuskan dalam Rapat Senat UII pada 30 Januari 2017. Dia berharap civitas akademika solid mendukung keputusan tersebut.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.