5 Pelajar Terseret Banjir di NTB, Satu Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bima - Lima pelajar SMU 1 Belo, Kabupaten Bima, Nisa Tenggara Barat, terseret arus banjir bandang di DAM Ncera Kecamatan Belo, Minggu 29 Januari 2017. Hingga sore ini baru empat siswi yang ditemukan oleh Tim SAR. 

    Kepala Polres Bima Kabupaten, Ajun Komisaris Besar M Eka Fathurrahman membenarkan kejadian itu. Saat ini bersama tim Pengamanan dan Penyelamatan (PAMMAT) dan tim SAR Kabupaten Bima ke lokasi untuk melakukan pencarian. “Satu orang yang belum ditemukan itu atas nama Putri usia 16 tahun pelajar SMAN 1 Belo asal Desa Ngali,” ungkapnya.

    Hingga berita ini diturunkan, petugas masih mencari korban lainnya. Ribuan warga menonton penyelamatan oleh tim SAR yang dibantu warga di DAM Ncera Kecamatan Belo? Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.

    Warga Ncera, Imey, 30 tahun, sempat melihat korban dan temannya sedang mandi di Sungai Wombo Ncera. Ketika korban sedang mandi, tiba-tiba datang banjir dan mereka tidak menyadarinya. “Sebelumnya korban beserta temannya mandi di sekitaran sungai atau Dam wombo Ncera tersebut tapi mereka tidak tahu banjir tiba-tiba datang,” katanya di lokasi. 

    Korban dan teman-temannya sempat terseret, namun mampu menyelamatkan diri. Korban Putri yang hingga kini belum ditemukan, sempat diselamatkan teman-temannya. “Teman-temannya sempat menarik tangannya. Karena air makin deras, sehingga teman-temannya tidak mampu menyelamatkan putri dan melepaskan tangannnya,” tutur Imey.

    Korban sendiri diketahui sedang liburan besama teman-temannya dengan mandi di lokasi kejadian. Keluarga dari Desa Ngali dan warga lainnya ikut mencari. Korban merupakan anak sulung dari Umratun dan M Fajar, warga RT 14 Desa Ngali.

    AKHYAR M NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.