Mengaku Dizalimi, Sylviana Murni Ikhlas Terima Ujian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sylviana Murni menanggapi pertanyaan media usai menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Jakarta, 20 Januari 2017. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sylviana Murni menanggapi pertanyaan media usai menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Jakarta, 20 Januari 2017. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COJakarta - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni, tidak mau ambil pusing dengan dua kasus hukum yang tengah dihadapinya. Ia mengatakan hal itu adalah ujian dan bagian dari meningkatkan kualitas dirinya. 

    "Tidak ada orang yang naik (kelas) tanpa ujian," kata Sylviana saat menerima Forum Komunikasi Lembaga Dakwah di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Januari 2017.

    Baca juga:
    Kasus Dana Masjid, Sylviana Murni Diperiksa Pekan Depan
    Kasus Dana Hibah Pramuka Masuk ke Tahap Penyidikan

    Menurut Sylviana, saat ini dirinya berada dalam posisi yang dirugikan atau dizalimi. Cawagub yang berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono itu pun memilih memaafkan orang yang menzaliminya. 

    "Kalau saya laporkan, tidak sempat urus itu. Saya lebih sibuk (kampanye) ke warga," ucap Sylviana.

    Pada Senin, 30 Januari 2017, Bareskrim Polri akan kembali memeriksa Sylviana. Pemeriksaan terkait dengan dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat. 

    Pembangunan Masjid Al-Fauz menelan anggaran Rp 32 miliar. Pembangunan dimulai ketika Sylviana Murni menjabat Wali Kota Jakarta Pusat pada 2010. Ketika itu, pemerintah menggelontorkan dana Rp 27 miliar untuk membangun masjid berdinding marmer tersebut.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan kasus dugaan korupsi pembangunan masjid kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Al-Fauz, telah naik ke tingkat penyidikan. Namun polisi belum menentukan tersangkanya.

    Kasus kedua yang dihadapi Sylviana adalah dugaan korupsi pengelolaan dana hibah Kwartir Daerah Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014 dan 2015. Pada akhir 2013, Sylviana, yang saat itu menjabat Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Kebudayaan dan Pariwisata, terpilih sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jakarta periode 2013-2018. 

    Pekan lalu, kasus dana Pramuka ini juga telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. "Untuk menemukan tersangka," kata Komisaris Besar Martinus Sitompul di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2017.

    Simak juga:
    Dana Pramuka DKI Diduga Digelembungkan, Begini Kata Saksi
    Kasus Dana Pramuka DKI Diduga Digelembungkan, Ini Modusnya
    Kasus Dana Pramuka DKI, Polisi Sudah Periksa 25 Saksi

    Sylviana tidak mengomentari rencana pemeriksaan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin pekan depan. Ia enggan menerima wawancara dengan media setelah menerima deklarasi dukungan dari Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD).

    Sementara itu, wakil ketua Tim Pemenangan pasangan Agus-Sylvi, Hatta Rajasa, mengapresiasi dukungan dari 48 organisasi kemasyarakatan Islam yang tergabung dalam FKLD. "Ini patut disyukuri. Ini kekuatan yang harus dimaksimalkan," katanya.

    Pembina FKLD, Sarifudin Mahfud, mengklaim 48 ormas Islam terdiri atas lembaga dakwah besar yang ada di Jakarta. Di antaranya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persatuan Islam. "Kami ingin bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan," ucapnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.