Banjir 2 Meter Landa Muntok, Ratusan Rumah Terendam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Ifa Nahdi

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Ifa Nahdi

    TEMPO.CO, Bangka Barat - Curah hujan tinggi disertai pasang air laut sejak Sabtu dinihari, 28 Januari 2017, membuat Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, terendam banjir setinggi 1-2 meter. Meskipun belum ditemukan adanya korban jiwa, banjir mengakibatkan ratusan rumah warga terendam dan dua jembatan di Desa Mayang putus.

    Komandan Tim Lapangan Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Bangka Belitung Ahmad Iman mengatakan banjir terjadi di Kampung Culong, Ulu, Teluk Rubiyah, Pal 1, dan Air Belo. Pihaknya mengerahkan sepuluh personel dibantu pihak terkait dan organisasi masyarakat turun ke lokasi membantu proses evakuasi korban banjir.

    “Banjir diketahui sejak subuh tadi akibat curah hujan tinggi dan gelombang pasang air laut. Di beberapa titik sudah terendam dengan kedalaman di atas 1 meter. Kami sudah mengerahkan beberapa peralatan untuk membantu warga,” ujar Ahmad kepada Tempo, Sabtu siang.

    Ahmad menuturkan banjir juga menyebabkan ruas jalan rusak dan dua jembatan yang terletak di Desa Mayang, Kecamatan Simpang Teritip, terputus. Akibatnya, akses keluar dan masuk Muntok belum bisa dilewati sampai Sabtu siang.

    “Kami sudah memantau dua jembatan yang putus itu. Tinggi dan derasnya volume air membuat jembatan tersebut roboh. Sementara belum bisa berbuat banyak mengingat beberapa kendala yang dihadapi,” katanya.

    Ahmad menambahkan, saat ini para korban banjir akan dievakuasi sambil menunggu banjir surut. Mereka juga membutuhkan bantuan seperti makanan, minuman, pakaian bersih, selimut, dan tenaga medis.

    “Kami mengimbau warga agar tetap berhati-hati. Kami masih melakukan penyisiran membantu masyarakat yang belum dievakuasi,” tuturnya.

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.