Libur Imlek, Begini TNI AL Perketat Perairan Kepulauan Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satgas 115 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerja sama dengan Polda Kepri dan TNI AL meledakkan lima kapal nelayan asing di Perairan Batam, Kepulauan Riau, 5 April 2016. Pihak berwajib meledakkan empat kapal nelayan Malaysia dan satu kapal nelayan Vietnam. ANTARA/M N Kanwa

    Satgas 115 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerja sama dengan Polda Kepri dan TNI AL meledakkan lima kapal nelayan asing di Perairan Batam, Kepulauan Riau, 5 April 2016. Pihak berwajib meledakkan empat kapal nelayan Malaysia dan satu kapal nelayan Vietnam. ANTARA/M N Kanwa

    TEMPO.COTanjungpinang - Pangkalan Utama Tentara Nasional Indonesia (Lantamal) IV/Tanjungpinang memperketat pengawasan perairan Provinsi Kepulauan Riau pada perayaan Tahun Baru Imlek 2568 kali ini.

    "Biasanya, para pelaku kejahatan di laut memanfaatkan hari-hari besar keagamaan untuk melancarkan aksinya. Mereka menyangka pengawasan di perairan tidak ketat saat hari besar keagamaan," kata Komandan Lantamal IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama S. Irawan di ibu kota Kepri, Sabtu, 28 Januari 2017.

    Baca:
    Libur Imlek, Pengamat: Maskapai Jangan Toleransi Kesalahan

    Dia menegaskan, tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dari berbagai unsur ditugaskan untuk memperketat pengamanan di perairan Kepri. Semua pintu masuk perairan Kepri yang berbatasan dengan berbagai negara, seperti Malaysia dan Singapura, diperketat. Selain itu, sejumlah petugas berpatroli di perairan Kepri.

    "Kami peringatkan, jangan melakukan kejahatan di perairan Kepri karena TNI AL selalu siaga," ujarnya.

    Irawan mengatakan, dalam satu tahun terakhir, tim WFQR berhasil menangkap pelaku kejahatan di perairan Kepri dan mengamankan barang bukti. Aksi kejahatan yang diungkap antara lain solar ilegal, penyelundupan barang, pelanggaran keimigrasian, dan pencurian kapal tanker.

    "Ada puluhan kasus yang berhasil diungkap tahun 2016 dan ditindaklanjuti sesuai peraturan," tuturnya.

    ANTARA

    Simak pula:

    Imlek di Glodok, Lurah: Lebih Sepi Bukan karena Kasus Ahok  
    Imlek, Ahli Feng Shui: Ekonomi Tidak Beruntung Tahun Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?