Begini Reaksi Ridwan Kamil Tahu Anak Buahnya Dicokok Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menuju baris terdepan untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, 22 Januari 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menuju baris terdepan untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, 22 Januari 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku prihatin dengan penangkapan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung Dandan Riza Wardana oleh Kepolisian Resor Kota Besar Bandung pada Jumat malam, 27 Januari 2017. Dandan ditangkap atas dugaan suap dan pungutan liar.

    ‎"Saya prihatin, sudah berkali-kali di setiap rapat dan kesempatan saya ingatkan. Zaman sudah berubah, fokus pada pelayanan warga, jangan tergoda macam-macam," kata Ridwan Kamil di Pendapa Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Sabtu, 28 Januari 2017.

    Baca: Dugaan Suap, Kepala Dinas BPMPT Kota Bandung Dicokok Polisi

    Selain prihatin, pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga mengaku sedih. Ia menegaskan ukuran bagi PNS ada tiga, yaitu integritas, melayani, dan profesional. "Itu sering saya sampaikan. Saya sedih kalau masih ada seperti ini, artinya arahan saya tidak diindahkan," ucapnya.

    Ridwan Kamil mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas terkait modus suap dan pungli yang dilakukan oleh Kepala Dinas PMPTSP. "‎Saya per hari ini belum tahu detailnya. Berita ke saya, kalau mau jujur apa adanya, hanya kepala dinas kena OTT," kata dia.

    Ia juga belum mendapatkan informasi lengkap mengenai modus suap yang dilakukan anak buahnya itu. "Kapolres juga sama, tim masih mendalami, maka informasinya masih sebatas itu," ujarnya.

    Baca: Ridwan Kamil Bicara soal Desy Ratnasari di Pilgub Jabar

    Ridwan Kamil mengatakan masih belum mengerti bagaimana Kepala Dinas PMPTSP melakukan pungli dan suap. Pasalnya, untuk segala macam perizinan sudah dilakukan dengan sistem online‎.

    Selain itu, Ridwan Kamil juga telah menghapuskan perizinan untuk bisnis dengan modal di bawah Rp. 500 juta. Dengan adanya kebocoran sistem, orang nomor satu di Kota Bandung ini akan segera mengevaluasi sistem tersebut.

    "‎Saya harus tahu dulu (modusnya). Soalnya kita sudah gratiskan bisnis yang Rp. 500 juta ke bawah. Kalau bisnis Rp.500 juta itu skala besar dan sudah online," tutur Ridwan Kamil.

    Dia berencana menanyakan soal modus suap dan pungli yang dilakukan anak buahnya itu ke tim penyidik Polrestabes Bandung. "Saya akan tanya ke tim pemeriksa, saya akan tanya kok bisa bocor begini," ucapnya.

    Ridwan Kamil menduga ada trik baru yang dilakukan anak buahnya. "Apakah ada trik baru sehinga ada orang yang tidak seharusnya hadir kok malah hadir ya? Tapi saya enggak mau buruk sangka dulu. Jawabannya nanti ada di hasil pemeriksaan," tuturnya.

    Ditangkapnya Kepala Dinas PMPTSP dan sejumlah pejabat di bawahnya dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, Ridwan Kamil akan berkoordinasi dengan Kapolrestabes. "Kalau pejabat ini berkepanjangan pemeriksaannya, apakah saya Plt-kan atau apa, akan saya kaji juga," ujarnya.

    Dia memastikan pelayanan perizinan masyarakat tidak akan terganggu. "Kalau perlu saya turun langsung untuk untuk memastikan," kata dia.

    PUTRA PRIMA PERDANA‎

    Baca juga:
    Debat Pilkada DKI, SMRC: Ketiga Calon Tampil Lebih Baik
    Suap Patrialis Akbar, Anggota DPR Minta Evaluasi Kontrol MK

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.