Ikut Meriahkan Imlek, Gubernur Alex: Jauhi rusuh antar etnis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pengunjung berada disekitar Pagoda di  Pulau Kemaro, di tengah Sungai Musi untuk merayakan Cap Go Meh atau hari ke-15 tahun baru Imlek dan berwisata religus, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/2). Sekitar 20 ribu warga keturunan Tionghoa yang tidak hanya berasal dari Palembang tetapi sejumlah negara, seperti Sngapura dan Malaysia  beribadah dan berwisata religi di pulau yang dikenal dengan legenda percintaan abdi Tan Bun An, saudagar dari China dan Siti Fatimah perempuan asli Palembang yang berakhir dengan kematian bersama. ANTARA/Nila Fu'adi

    Ratusan pengunjung berada disekitar Pagoda di Pulau Kemaro, di tengah Sungai Musi untuk merayakan Cap Go Meh atau hari ke-15 tahun baru Imlek dan berwisata religus, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/2). Sekitar 20 ribu warga keturunan Tionghoa yang tidak hanya berasal dari Palembang tetapi sejumlah negara, seperti Sngapura dan Malaysia beribadah dan berwisata religi di pulau yang dikenal dengan legenda percintaan abdi Tan Bun An, saudagar dari China dan Siti Fatimah perempuan asli Palembang yang berakhir dengan kematian bersama. ANTARA/Nila Fu'adi

    TEMPO.CO, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ikut memeriahkan perayaan tahun baru imlek di Palembang, yang digelar mulai dari Jumat malam hingga Sabtu 28 Januari 2017. Jumat malam, Alex tampak di antara ratusan warga tionghoa yang tengah merayakan imlek di Grand Ballroom Rajawali. Hari ini Alex dijadwalkan mendatangi sejumlah toko tionghoa.

    "Mari kita jaga jangan ada kerusuhan etnis di sini," kata Alex Noerdin, Sabtu.

    Menurutnya, selama ini warga Tiongho sangat menjunjung tinggi perbedaan dan keyakinan sehingga ia mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah ikut menjaga ketertiban di Sumsel. Sebagai pemerintah Alex berupaya keras menjaga tidak ada kerusuhan antar etnis dan antar agama di wilayah itu sehingga tercipta kerukunan di Sumsel.

    Alex Noerdin yakin bila kerukunan antar umat beragama dan antar etnis serta hubungan dengan pemerintah berlangsung baik, maka akan terciptalah suasana kehidupan beragama yang harmonis seperti yang diharapkan bersama. "Kita yakin bahwa setiap agama mengajarkan agar para pemeluknya senantiasa berbuat baik."

    Soenarto Goenawan, salah seorang warga Tionghoa di jalan A. Yani, Palembang menuturkan ia telah menanamkan toleransi sejak dini pada anak-anaknya. Pada perayaan hari keagamaan dia selalu membuka rumahnya untuk semua warga yang ada di sekitarnya termasuk warga non Tionghoa. Walhasil ia tidak pernah merasa sebagai penduduk minoritas.

    "Jangan terlalu sering menutup diri dengan orang di sekitar kita," katanya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...