Pertemuan Presiden-Antasari, Jokowi: Mau Tahu Saja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan terkait unjuk rasa 4 November di Istana Merdeka, Jakarta, 5 November 2016 dinihari. Penampilan Jokowi mengenakan jaket menjadi perhatian netizen ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan terkait unjuk rasa 4 November di Istana Merdeka, Jakarta, 5 November 2016 dinihari. Penampilan Jokowi mengenakan jaket menjadi perhatian netizen ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo enggan mengomentari pertemuan dengan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhari. Dari siaran pers yang diterima Tempo, Sabtu, 28 Januari 2017, presiden hanya berkata singkat. “Mau tahu saja,” kata Jokowi sambil tersenyum dengan jari telunjuk di depan mulutnya.

    Jokowi maupun Antasari kompak menanggapi pertemuan empat mata di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017. Usai bertemu Jokowi, Antasari hanya mengaku sedang tidak enak badan. "Sejak semalam saya meladeni rekan-rekan Anda (media), jadi saya batuk,” kata Antasari sambil memegang tenggorokannya. 

    Baca: Dapat Grasi dari Jokowi, Antasari: Alhamdulillah...

    Tak puas dengan jawaban Antasari, media langsung mengerubungi dan melontarkan berbagai pertanyaan, seperti wacana pembentukan tim pencari fakta dan tema pembicaraan dengan Jokowi. “Mau tahu saja,” ucap Antasari. Beberapa kali ia terlihat mengangkat jari telunjuknya dan ditempel ke bagian bibir. 

    Baca juga: Grasi Antasari Azhar, Istana: Jokowi Kurangi Hukuman 6 Tahun

    Presiden Jokowi telah mengabulkan permohonan grasi yang diajukan oleh Antasari. Melalui Keputusan Presiden nomor I/G/2017 tentang Grasi, Antasari mendapatkan pemotongan masa tahanan enam tahun dari 18 tahun masa tahanan yang harus dijalaninya. Dengan kata lain, Antasari telah bebas dari masa tahanannya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.