Jokowi Beri Hadiah Sepeda, Siswa Yatim Piatu Ini Histeris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa mengambil sepeda hadiah dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Jombang, Jawa Timur, 1 Agustus 2015. Dalam kunjungannya Jokowi membagikan Kartu Asistensi Penyandang Disabilitas, Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. TEMPO/Subekti

    Seorang siswa mengambil sepeda hadiah dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Jombang, Jawa Timur, 1 Agustus 2015. Dalam kunjungannya Jokowi membagikan Kartu Asistensi Penyandang Disabilitas, Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Lismaroh, 16 tahun, seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maarif 1 Kecamatan Temon Kulon Progo berteriak histeris karena kegirangan saat diberi sebuah sepeda gunung oleh Presiden Joko Widodo dalam lawatannya ke Yogya, Jumat 27 Januari 2017.

    "Terimakasih Pak Jokowi, terimakasih, ini benar-benar berguna buat saya sekolah," ujar Lismaroh setelah ia memilih satu dari deretan sepeda yang disediakan presiden ketika acara pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMK Negeri 2 Pengasih, Kulon Progo.

    Lismaroh berhasil mendapatkan sepeda gratis setelah bisa menjawab dengan lancar lima sila Pancasila yang menjadi pertanyaan presiden. Dalam acara tersebut hadir pula ratusan pelajar yatim piatu baik SD, SMP, dan SMK/SMA dari wilayah Kulon Progo serta Kabupaten Sleman Yogyakarta.

    Lismaroh menuturkan, ia selama ini berangkat dan pulang sekolah dengan menggunakan sepeda tuanya. Jarak sekolah dan panti asuhan tempat tinggalnya sekitar empat kilometer. Lismaroh tetap memilih bersepeda karena menyenangi alat transprotasi tersebut.

    "Dengan sepda baru ini saya lebih bersemangat sekolah," ujar Lismaroh tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya.

    Lismaroh menuturkan, rasa senangnya yang utama bukan pada pemberian sepeda itu. "Saya lebih seneng saat bisa bersalaman dan ketemu pak Jokowi dari dekat, saya doakan beliau terus merakyat," ujar Lismaroh berbinar.

    Jokowi dalam pembagian KIP itu menjelaskan, dari kartu tersebut setiap siswa SD akan mendapat bantuan berupa dana pendidikan sebesar Rp 450 ribu, siswa SMP sebesar Rp 750 ribu, dan SMA/SMK sebesar Rp 1 juta. Kartu-kartu itu bisa dicairkan uangnya melalui perbankan yang ditunjuk yakni BRI dan BNI.

    Jokowi berharap melalui kartu KIP itu agar siswa dapat memenuhi kebutuhan kelengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, alat tulis dan tas.

    "Tapi ingat, kartu ini jangan buat beli pulsa ya, kalau buat beli pulsa nanti saya cabut," ujar Jokowi disambut derai tawa para pelajar.

    Jokowi meminta para pelajar semakin tekun belajar karena persaingan semakin berat. "Dulu kalau teman saya belajar dua jam, saya harus bisa belajar empat jam, harus gitu, pasti lebih pinter," ujar Jokowi.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani yang ikut menemani Jokowi menuturkan, dalam kesempatan itu ada sebanyak 1037 pelajar yatim piatu asal Kabupaten Sleman dan Kulon Progo Yogyakarta yang mendapatkan Kartu Indonesia Pintar.

    "Target pemerintah tahun 2017 ini bisa membagikan Kartu Indonesia Pintar untuk 16,4 juta anak di seluruh Indonesia," ujarnya.

    Dari jumlah itu, untuk anak yatim piatu sendiri KIP yang diberikan targetnya 869.781 anak. Baik jenjang SD, SMP, maupun SMA/SMK. Sampai saat ini jumlah KIP yang sudah dibagikan pemerintah sebanyak 736.848 anak.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...