Tulis 'Lelah' di Dinding, Pemuda Ini Lalu Gantung Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Warga Desa Tanah Datar, Kabupaten Indragiri Hulu berinisial PW, 19 tahun, ditemukan tewas tergantung pada seutas tali di rumahnya. Polisi menduga korban tewas bunuh diri karena tidak ditemukan bekas-bekas kekerasan. Sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat menulis 'lelah' di dinding kamar menggunakan cat warna merah.

    "Hasil verifikasi bersama tim dokter, korban murni bunuh diri," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Jumat, 27 Januari 2017.

    Baca: Polisi Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Kaki di Bekasi

    Guntur berujar jasad korban ditemukan pertama kali oleh ibunya, Nuryati, 44 tahun. Sebelum ditemukan tewas tergantung, korban ditinggal sendirian di rumah lantaran keluarga lainnya pergi kenduri ke rumah saudaranya.

    Pukul 11.00, ibu korban sempat pulang sebentar ke rumah dan melihat PW sedang nonton televisi. Setelah itu Nuryati kembali ke tempat acara kenduri.

    Sepulang dari kenduri sekitar pukul 18.30, Nuryati mendengar suara telepon genggam korban berdering di dalam kamar. Ibu korban lalu mencari sumber suara tersebut. Alangkah terkejutnya Nuryati saat melihat tubuh PW telah tak bernyawa di tiang gantungan. "Setelah dilihat ternyata korban telah tergantung dengan menggunakan tali," ucap Guntur.

    Simak: Jasad TKI Korban Kapal Karam di Johor Dikirim ke Bojonegoro

    Atas temuan itu, ibu korban lalu melaporkan kejadian itu ke polisi. Beradasarkan verifikasi bersama dokter Rumah Sakit Umum Indra Sari, disimpulkan korban murni bunuh diri. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ucapnya.

    Belum diketahui motif bunuh diri PW. Namun berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya telah menikah secara siri dengan Novi Oktafiani, warga Pematang Reba. Namun keduanya berpisah sejak dua tahun lalu.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.