Kasus Patrialis Akbar, Pesan Hamdan Zoelva untuk Hakim MK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

    Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta – Kasus hukum yang menimpa salah satu hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, yang ditangkap KPK pada Rabu, 25 Januari 2017, mengejutkan berbagai pihak. Kredibilitas MK pun dipertanyakan. Hamdan Zoleva Ketua MK periode 2013-2015 pun merasa prihatin dengan kondisi yang saat ini dihadapi institusi tempat ia pernah mengabdi.

    Baca:
    Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Hamdan Zoelva: Sangat Kaget

    Hamdan Zoelva, kepada Tempo, Jumat 27 Januari 2017, menyampaikan kerpihatinannya. “Kepada ketua, wakil ketua, dan para hakim, walaupun situasi sangat berat karena kedua kali mendapatkan cobaan seperti ini (Kasus Akil Mochtar dan Patrialis Akbar), tetaplah fokus bekerja menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab institusionalnya,” katanya.

    Baca juga:
    Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Apa Kata Mereka? (01)
    Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Apa Kata Mereka? (02)

    Lebih lanjut, mantan Ketua MK ini memberikan apresiasi terhadap langkah MK yang memberikan akses seluas-luasnya kepada KPK untuk kelancaran tugasnya menegakkan hukum. “Jangan sampai MK tampak seperti menutup-nutupi masalah,” kata Hamdan Zoelva.

    Ketua Pengajian Politik Islam Indonesia (PII) itu pun berpesan, “Para hakim MK tidak perlu banyak bicara ke publik kecuali menunjukkan kinerja yang baik dan menyampaikan sebatas informasi yang sangat perlu diketahui publik,” tuturnya.

    Seperti telah diberitakan, Patrialis Akbar tertangkap tangan penyidik KPK pada Rabu malam, 25 Januari 2017. Ia diduga menerima suap dari pengusaha daging impor, Basuki Hariman, sebesar Sin$ 200 ribu untuk menolak uji materi Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan itu. Uji materi itu diduga akan membuat bisnis impor Basuki menjadi tidak lancar.

    Di Gedung KPK, Kamis malam, 26 Januari 2017, Patrialis Akbar mengungkapkan di depan media, “Demi Allah. Saya betul-betul dizalimi. Nanti kalian bisa tanya Pak Basuki. Bicara uang saja tidak pernah,” kata Patrialis. “Sekarang saya dijadikan tersangka. Bagi saya ini adalah ujian yang sangat berat.”

    S. DIAN ANDRYANTO

    Simak juga:
    Patrialis Akbar Resmi Dibebastugaskan MK
    Temui Patrialis Akbar, Ini yang Dibicarakan Basuki Hariman



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.