Curah Hujan Tinggi Sepekan Ini, Sungai Cimanuk Meluap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat beroperasi di Sungai Cimanuk, Darmaraja, Sumedang, 2 Agustus 2015. Sungai Cimanuk yang berhulu dari Gunung Papandayan menjadi salah satu sumber utama untuk menggenangi Waduk Jatigede. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Alat berat beroperasi di Sungai Cimanuk, Darmaraja, Sumedang, 2 Agustus 2015. Sungai Cimanuk yang berhulu dari Gunung Papandayan menjadi salah satu sumber utama untuk menggenangi Waduk Jatigede. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat Nana Nasuha Djufri mengatakan, sejumlah daerah yang berada di Daerah Aliran Sungai Citarum mengalami banjir dalam sepekan ini. “Curah hujan di hilir sangat tinggi sehingga banjir terjadi dari anak-anak sungai yang masuk ke Sungai Cimanuk, dan juga ada tanggul jebol sehingga air masuk ke persawahan dan perkampungan,” kata Nana kepada Tempo di Bandung, Jumat, 27 Januari 2017.

    Nana mencontohkan, banjir yang terjadi nyaris bersamaan beberapa hari terakhir di Ciberes Cirebon, dan sejumlah daerah di pinggiran Sungai Cimanuk di Indramayu terjadi akibat hujan deras. Tangul jebol di Waledan, Indramayu, membuat air sungai membanjiri sawah penduduk. “Di tanggul jebol itu, kami sudah memasang karung berisi pasir untuk menahan air,” kata dia.

    Menurut Nana, di Indramayu banjir mayoritas melanda sawah penduduk, sementara di Cirebon merendam permukiman warga yang berada di pinggiran sungai. Dia menampik dugaan Waduk Jatigede di Sumedang yang gagal menahan aliran Sungai Cimanuk. “Hujan yang turun terus-terusan, hujan yang ekstrem sekarang terjadi di wilayah Jawa Barat bagian timur,” kata dia.

    Nana mencontohkan, bencana banjir sebelumnya di Cibingbin, Kuningan, yang masih tersambung dengan Daerah Aliran Sungai Cimanuk yang terjadi dua pekan lalu akibat hujan ekstrim yang terjadi hampir tiga hari. “Puncaknya pada kejadian banjir curah hujan mencapai 178 milimeter, padahal normalnya di bawah 30 milimeter. Sehingga kondisi tanah yang sudah jenuh, air tidak bisa meresap lagi sehingga seluruhnya menjadi aliran permukaan,” kata dia.

    Luapan Sungai Cijangkelok di Kuningan saat itu mengakibatkan ribuan rumah menghadapi banjir bandang. “Ada dinding sungai yang tergerus, termasuk saluran irigasi yagn rusak, Kami akan perbaiki. Kami sudah berkoordiansi dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung,” kata Nana.

    Nana meminta warga yang tinggal berdekatan dengan alur sungai tetap waspada mengingat potensi terjadinya hujan masih tinggi. “Kalau berdasarkan informasi BMK, hujan itu sampai Maret masih tinggi. Kalau sekarang lebih banyak terjadi di daerah Jawa Barat bagian timur,” kata dia.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat Haryadi Wargadibrata membenarkan, bencana banjir terjadi di sejumlah daerah yang berda di pinggiran aliran Sungai Cimanuk di Indramayu hingga Cirebon. “Mitigasinya sudah jalan dari minggu kemarin, ada tanggul-tanggul sungai yang rembes,” kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 27 Januari 2017.

    Menurut Haryadi, bencana banjir yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Cimanuk di Indaramayu dan Cirebon itu juga disumbangkan oleh banjir rob akibat air laut pasang di pantai utara, serta sampah. “Ketinggian air bervarias antara 40 centimeter sampai 50 sentimeter,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.