Presiden Jokowi: Bandara Kulon Progo Sudah Diramal Leluhur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Budi Karya Tinjau Kesiapan Calon Bandara Kulonprogo. TEMPO/Hand Wahyu

    Menhub Budi Karya Tinjau Kesiapan Calon Bandara Kulonprogo. TEMPO/Hand Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan bandara baru di Kulon Progo atau Bandar Udara Internasional Yogyakarta seperti sudah digariskan oleh leluhur di masa lalu. "Sabda leluhur di Yogya ini seperti sudah melihat bahwa di Kulon Progo nanti akan ada airport besar, bandara besar," ujar Jokowi saat menghadiri prosesi pembukaan dan pembersihan lahan calon bandara pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo, Jumat 27 Januari 2017.

    Presiden mengutip sederet bait tentang cerita kuno berbahasa Jawa yang hidup turun temurun di masyarakat Temon, Kulonprogo. "Sesuk ning tlatah Temon kene bakal ono wong dodolan camcau ning awang awing. sesuk ning tlatah Temon kene bakal ono kinjeng wesi (Kelak di Tanah Temon ini akan ada orang menjual cincau di langit. Kelak di Tanah Temon ini akan ada capung besi)."

    Baca:
    Presiden Jokowi 'Babat Alas' Bandara Baru di Kulon Progo
    Menhub : Bandara Kulon Progo Beroperasi Maret 2019

    Presiden menjelaskan kalimat itu menggambarkan bahwa para leluhur seperti sudah bisa melihat akan ada sebuah aktivitas perekonomian di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah itu. "Kinjeng wesi itu ya pesawat, jadi sudah tahu leluhur dulu."

    Bahkan, kata Presiden, para leluhur juga meramalkan lokasi yang akan menjadi pusat kota besar seiring adanya bandara besar Kulon Progo itu di Temon. "Tlatah sak lor e Gunung Lanang, sak kidule Gunung Jeruk bakal dadi kuto. Glagah bakal dadi mercusuare bawono (Tanah bagian utara Gunung Lanang, sebelah selatan Gunung Jeruk akan jadi kota. Glagah akan menjadi mercusuar dunia)," ujar Jokowi.

    Baca juga:
    Proyek Bandara Kulonprogo Dikebut, Jokowi Segera ...
    Groundbreaking Proyek Bandara Kulon Progo 11 Hari Lagi

    Di sekitar lokasi calon bandara Kulon Progo memang terdapat situs ziarah yang masih hidup bernama Gunung Lanang. Lokasinya di dekat Pantai Glagah. "Bandara baru Yogya ini tak hanya menjadi mercusuarnya Indonesia, tapi bawono alias dunia," ujar Presiden.

    Dari cerita leluhur itu, kata Presiden, pembangunan bandara baru Yogyakarta itu memang sebuah keputusan yang ditakdirkan harus diputuskan.

    Yogya sebagai salah satu pusat destinasi wisata, kata Presiden, sudah tak bisa didukung lagi dengan Bandara Adisutjipto yang hanya berkpasitas 1,6 juta penumpang. Dengan kapasitas kecil itu, penumpang di Bandara Adisutjipto saat ini rata-rata harus melayani 7,2 juta penumpang per tahun. Sehingga sudah tak memungkinkan.

    "Sudah sek-sekan, crowded sekali Bandara Adisutjipto, sehingga harus segera dibenahi." Dengan bandara baru Yogya di Kulon Progo ini, kapasitas penumpang akan 10 kali lipat dari Adisutjipto. Tahap pertama pembangunan, bandara Kulon Progo ini akan memiliki kapasitas 14 juta penumpang dan tahap pembangunan kedua menjadi 20 juta penumpang.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, Bandara Kulon Progo ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2019. "Kita pegang janji Pak Menteri, Maret 2019 bisa beroperasi bandara ini,” kata Presiden.

    Presiden akan mencatat target dan janji Menteri. “Saya ingat terus ya ini, Pak," kata Presiden sambil menatap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    Presiden merasa perlu megingat-ingat janji Menteri soal target itu. "Kalau nggak diingat-ingat (target selesainya badara) ya nggak selesai-selesai."

    Presiden mengatakan orientasi bandara baru Yogya itu harus sudah mengarah ke lingkup internasional. "Benar-benar dalam arti sarana dan fasilitasnya berstandar internasional."

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.