Fahri Hamzah Dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan DPR  

Reporter

Editor

Febriyan

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 29 April 2016. Ia mengadukan Sohibul Iman, Surahman Hidayat, dan Hidayat Nur Wahid ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi buruh migran, Migrant Care, melaporkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah ke Mahkamah Kehormatan DPR. Pelaporan ini berkaitan dengan cuitan Fahri yang menyebut tenaga kerja Indonesia sebagai babu dan pengemis di negeri orang.

Berita Terkait:
Buruh Migran Kecam Cuitan Fahri Hamzah di Twitter

Disebut 'Babu', Buruh Migran Anggap Fahri Hamzah

"Kami melaporkan Saudara Fahri Hamzah atas cuitan di lini masa Twitter yang kami nilai merendahkan martabat perempuan dan PRT," ucap Direktur Migrant Care Anis Hidayah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 27 Januari 2017.

Anis mengatakan kicauan tersebut menuai protes dari pekerja rumah tangga yang bekerja di berbagai negara. Terlebih lagi, Fahri tak pernah secara resmi menarik pernyataan tersebut meski cuitan itu telah dihapus.

"Menurut kami, ada beberapa prinsip yang dilanggar secara etis," ujarnya.

Cuitan yang dimaksud Anis diunggah Fahri melalui akun pribadinya, @Fahrihamzah, pada 24 Januari 2017.  Politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut menuliskan, “Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela.”

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Buruh Migran pun meminta MKD menegur Fahri. Selain itu, Anis meminta MKD mempertimbangkan posisi Fahri sebagai Ketua Tim Pengawas TKI.

"Karena DPR pihak yang justru gagal memproteksi buruh migran," tutur Anis.

ARKHELAUS W.







TKI Pemetik Buah di Inggris Terjerat Utang, Migrant CARE: Proteksi Negara Masih Lemah

39 hari lalu

TKI Pemetik Buah di Inggris Terjerat Utang, Migrant CARE: Proteksi Negara Masih Lemah

Migrant CARE menilai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih rentan jadi korban perdagangan manusia


Migrant CARE Sarankan Pemerintah Mulai Siap-siap Jika Perang Taiwan Meletus

47 hari lalu

Migrant CARE Sarankan Pemerintah Mulai Siap-siap Jika Perang Taiwan Meletus

Kementerian Luar Negeri mencatat jumlah WNI di Taiwan ada 300 ribu orang, yang mayoritasnya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI / TKI).


Fahri Hamzah Serukan Anis Matta Presiden Saat Partai Gelora Daftar KPU

48 hari lalu

Fahri Hamzah Serukan Anis Matta Presiden Saat Partai Gelora Daftar KPU

Partai Gelora ikut membawa pendukungnya mendaftar Pemilu 2024 ke KPU. Fahri Hamzah pun berseru Anis Matta presiden.


Partai Gelora Besutan Anis Matta Daftar ke KPU 7 Agustus, Targetkan Masuk Parlemen

52 hari lalu

Partai Gelora Besutan Anis Matta Daftar ke KPU 7 Agustus, Targetkan Masuk Parlemen

Partai Gelora berharap Pemilu 2024 bisa berlangsung tanpa ada isu polarisasi yang akan menyebabkan terjadinya pembelahan politik


Ini Rencana Tindak Lanjut Kasus WNI Disekap di Kamboja

52 hari lalu

Ini Rencana Tindak Lanjut Kasus WNI Disekap di Kamboja

Otoritas Indonesia dan Kamboja sepakat untuk bekerja sama dalam pencegahan perdagangan manusia setelah kasus WNI disekap di wilayah negara berjuluk Tanah Khmer itu. Bagaimana langkah penanganan selanjutnya?


WNI Disekap di Kamboja, Penanganan Perdagangan Manusia Dinilai Belum Maksimal

53 hari lalu

WNI Disekap di Kamboja, Penanganan Perdagangan Manusia Dinilai Belum Maksimal

Migrant CARE menilai upaya pemerintah dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), termasuk WNI disekap di Kamboja, belum maksimal.


TKI Disekap di Kamboja, Migrant Care Desak Jaringan Perekrut di Indonesia Ditangkap

53 hari lalu

TKI Disekap di Kamboja, Migrant Care Desak Jaringan Perekrut di Indonesia Ditangkap

KBRI Phnom Penh telah menyiapkan akomodasi para TKI yang disekap di Kamboja dan segera mengirimkan kembali ke Indonesia


WNI yang Disekap di Kamboja Tergiur Lowongan Kerja di Media Sosial

54 hari lalu

WNI yang Disekap di Kamboja Tergiur Lowongan Kerja di Media Sosial

Migrant Care menyatakan WNI yang disekap di Kamboja mengetahui lowongan kerja dari media sosial.


Fahri Hamzah Ungkap Kekhawatiran Soal Jeda Hasil Pilpres 2024 dengan Pelantikan Presiden

26 Juni 2022

Fahri Hamzah Ungkap Kekhawatiran Soal Jeda Hasil Pilpres 2024 dengan Pelantikan Presiden

Fahri Hamzah khawatir jeda antara pengumuman hasil Pilpres 2024 dengan pelantikan presiden selama 8 bulan akan berdampak pada kinerja Presiden Jokowi.


Soal Waktu Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024, Begini Tanggapan Fahri Hamzah

13 Juni 2022

Soal Waktu Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024, Begini Tanggapan Fahri Hamzah

Fahri Hamzah menanggapi soal waktu penyelesaian sengketa pemilu 2024 enam hari kalender.