KPK: Penyuap Hakim MK Punya 20 Perusahaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi KPK, Patrialis Akbar, sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2010. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi KPK, Patrialis Akbar, sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2010. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka pasca-operasi tangkap tangan perkara uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014. Mereka adalah hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar, pengusaha Basuki Hariman, dan sekretarisnya Ng Fenny, serta seorang swasta bernama Kamaludin.

    Baca juga:
    Kasus Patrialis Akbar, Ketua MK: 8 Hakim Siap Beri Keterangan
    Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Ini yang Lagi Diuji-materi MK

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan Basuki merupakan pengusaha impor daging yang memiliki 20 perusahaan. "Perusahaan Basuki memang banyak, atas nama diri sendiri atau yang lain," katanya di kantor KPK, Kamis, 26 Januari 2017.

    Menurut Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, besar kemungkinan KPK akan mengembangkan penyidikan ke arah pidana korporasi. Sebab, Basuki tercatat pernah diperiksa KPK terkait dengan kasus suap impor daging sapi.

    Simak:
    Harta Patrialis Tersebar dari Bekasi, Jakarta, sampai Padang
    Penggugat UU Peternakan Bersyukur Patrialis Akbar Ditangkap

    Laode pun mewanti-wanti agar jangan sampai ada pengusaha yang bermain-main dengan pengadaan komoditas penting. "Sudah diperingatkan, bahkan sudah pernah diperiksa kok malah masih melakukan hal seperti ini," katanya.

    Dalam perkara ini, Basuki diduga menyogok Patrialis agar menolak pengajuan gugatan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014. Alasannya adalah agar bisnis impornya berjalan lancar.

    Komitmen fee yang dijanjikan Basuki adalah sebesar Sin$ 200 ribu. KPK menduga pemberian itu telah dicicil sebanyak tiga kali. Pemberian terakhir sebesar US$ 20 ribu, diserahkan kepada Patrialis melalui perantara.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?