Patrialis Ditangkap, KPK Tetapkan 4 Tersangka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat berkunjung di kantor Redaksi Tempo, Jakarta, 18 Februari 2016. TEMPO/Bintari Rahmanita

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat berkunjung di kantor Redaksi Tempo, Jakarta, 18 Februari 2016. TEMPO/Bintari Rahmanita

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan empat tersangka setelah penangkapan perkara uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014. Mereka adalah kakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar, pengusaha Basuki Hariman dan sekretarisnya Ng Fenny, serta seorang swasta bernama Kamaludin.

    ”PAK (Patrialis) dan KM (Kamaludin) sebagai penerima, BHR (Basuki) dan NGF (Ng Fenny) sebagai pemberi,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di KPK, Kamis, 26 Januari 2017.

    Baca juga:
    Kasus Patrialis Akbar,Ketua MK: 8 Hakim Siap Beri Keterangan
    Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Ini yang Lagi Diuji-materi MK

    Basuki merupakan pengusaha impor daging yang memiliki 20 perusahaan. Ia bersama Ng Fenny diduga menyuap Patrialis senilai Sin$ 200 ribu agar menolak pengajuan uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan tersebut.

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan lembaga antirasuah sudah mengusut kasus ini sejak enam bulan yang lalu. Penyidik pun mencatat Patrialis telah menerima uang secara bertahap sebanyak tiga kali melalui Kamaludin. “Ini masih belum lunas,” tuturnya.

    Untuk meyakinkan Basuki, Patrialis diduga menyerahkan draf putusan perkara yang berisi penolakan terhadap uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014. Draf itu diserahkan ke Kamaludin sesaat sebelum ia dicokok penyidik KPK di lapangan golf Rawamangun, kemarin, Rabu, 25 Januari 2017.

    Akibat perbuatannya, Basuki dan Ng Fenny disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Patrialis dan Kamaludin disangkakan Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

    Selain empat tersangka, KPK masih memeriksa tujuh saksi lain dalam perkara suap tersebut. Sebelumnya, Tempo mencoba mengkonfirmasi kasus tersebut ke Patrialis Akbar, namun dua nomor telepon selulernya tidak aktif.

    MAYA AYU PUSPITASARI | ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.