Antisipasi Pemudik Imlek, KAI Tambah Gerbong Rute ke Jember

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membongkar pelindung kayu pada lilin setinggi 210 cm kedalam Kelenteng Fuk Ling Miau, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta, 22 Januari 2017. Sejumlah Kelenteng di Indonesia mulai berias menjelang perayaan tahun baru Imlek 2017. TEMPO/Pius Erlangga

    Pekerja membongkar pelindung kayu pada lilin setinggi 210 cm kedalam Kelenteng Fuk Ling Miau, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta, 22 Januari 2017. Sejumlah Kelenteng di Indonesia mulai berias menjelang perayaan tahun baru Imlek 2017. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jember - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Jember menambah satu gerbong bisnis untuk rangkaian KA Mutiara Timur relasi Banyuwangi-Surabaya (PP) untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang selama libur Imlek yang juga bertepatan dengan libur akhir pekan.

    "Selama libur Tahun Baru Imlek tidak ada penambahan operasional kereta di Daop 9 Jember, namun hanya ada tambahan satu gerbong kereta bisnis KA Mutiara Timur," kata Manajer PT KAI Daop 9 Lukman Arif di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis 26 Januari 2017.

    Menurut dia, penambahan gerbong tersebut sudah disesuaikan dengan grafik ketentuan dalam perjalanan kereta api dan disesuaikan dengan kemampuan lokomotif kereta, sehingga perjalanan kereta dapat berjalan lancar. Untuk jumlah tempat duduk pada KA jarak jauh setiap harinya tersedia sebanyak 3.750 tempat duduk dan untuk KA lokal sebanyak 2.824 tempat duduk. Totalnya sebanyak 6.574 tempat duduk yang tersedia.

    Baca juga:
    Salah Eja Ikan Tongkol, Pelajar Ini Dapat Sepeda dari Jokowi

    Lihat SMS Mesra di HP Istri, Kades Murka Lalu Aniaya Warga
    Kasus Rizieq di Jabar, dari 'Campur Racun' sampai Soal Tanah

    Lukman mengatakan tiket sejumlah rangkaian kereta api di wilayah Daerah Operasi 9 Jember sudah terjual habis menjelang Imlek seperti KA Logawa, KA Probowangi, KA Sritanjung, dan KA Mutiara Timur.

    "Tiket tersebut sudah dipesan jauh-jauh hari oleh penumpang sesuai dengan ketentuan yakni 'H-90' keberangkatan, sehingga masyarakat yang memesan secara mendadak tidak bisa mendapatkan tiket tersebut karena sudah habis," ujarnya.

    Tiket KA Logawa yang berangkat dari Stasiun Jember sudah terjual habis untuk keberangkatan hari Jumat 27 Januari 2017 hingga Minggu 29 Januari 2017. Tiket KA Ranggajati yang juga berangkat dari Stasiun Jember menuju Cirebon juga habis untuk keberangkatan 27 Januari 2017.
    Tiket KA Probowangi juga habis untuk keberangkatan 27-29 Januari 2017, sedangkan tiket KA Sritanjung dan KA Mutiara Timur habis terjual untuk keberangkatan 29 Januari 2017.

    Secara keseluruhan okupansi kereta api menjelang libur Imlek pada hari Sabtu 28 Januari 2017,  rata-rata sudah terjual sekitar 80 persen. "Banyak masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api untuk bepergian," Lukman menjelaskan.

    Baca juga:
    3 Fakta Menarik Terkait Ira Koesno di Debat Pilkada Jakarta
    Diksar Mapala UII, Korban Meninggal Sebelum sampai Puskesmas
    Patrialis Akbar Kena OTT KPK, Wapres Jusuf Kalla Prihatin

    Di Daop 9 Jember tercatat setiap hari terdapat tujuh keberangkatan KA jarak jauh yakni KA Mutiara Timur siang dengan relasi Banyuwangi - Surabaya. Kemudian KA Mutiara timur malam dengan relasi Banyuwangi - Surabaya, KA Sri tanjung dengan relasi Banyuwangi - Lempuyangan Yogyakarta, KA Probowangi dengan relasi Banyuwangi - Surabaya. KA Tawang alun dengan relasi Banyuwangi - Malang, KA Logawa dengan relasi Jember - Purwokerto, dan KA Rangga Jati dengan relasi Jember - Cirebon, serta KA lokal sebanyak empat kali perjalanan yaitu KA lokal Pandanwangi relasi Jember - Banyuwangi (PP).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.