Dugaan Suap Patrialis Terkait Uji Materi UU Peternakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan mengambil gambar bagian halaman salah satu rumah milik hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar di Jakarta, 26 Janauri 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Wartawan mengambil gambar bagian halaman salah satu rumah milik hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar di Jakarta, 26 Janauri 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Panjaitan mengatakan hakim konstitusi Patrialis Akbar ditangkap tim satuan tugas antikorupsi saat transaksi suap. Menurut Basaria, pemberian hadiah atau suap itu terkait dengan uji materi Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

    "Terkait dengan uji materi Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014," kata Basaria melalui pesan pendek, Kamis, 26 Januari 2017. Namun Basaria tak bersedia menjelaskan detail modus kejahatan yang dituduhkan kepada bekas politikus Partai Amanat Nasional tersebut.

    Berita terkait: 
    Ketua KPK Benarkan Ada OTT Petinggi Hari Ini
    Dengar Ada Anggotanya Kena OTT KPK, Raker MK d Cisarua Bubar

    Basaria menegaskan, Patrialis ditangkap atas dugaan kasus suap. "Terdapat indikasi pemberian hadiah atau janji terkait dengan pengujian undang-undang yang diajukan pihak tertentu kepada MK," ujar Basaria.

    KPK menangkap Patrialis Akbar pada Rabu malam, 25 Januari 2017. Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat mengaku syok ihwal penangkapan tersebut. Tempo mencoba mengontak Patrialis untuk mengkonfirmasi. Dua nomor telepon selulernya tidak aktif saat dihubungi.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.