Megawati Dilaporkan, Kapolri: Akan Diselidiki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PDI P, Megawati Soekarnoputri meneriakkan salam kebangsaan ketika menyampaikan pidato politiknya pada acara HUT ke-44 PDI Perjuangan di JCC, Senayan, Jakarta, 10 Januari 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Ketum PDI P, Megawati Soekarnoputri meneriakkan salam kebangsaan ketika menyampaikan pidato politiknya pada acara HUT ke-44 PDI Perjuangan di JCC, Senayan, Jakarta, 10 Januari 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan menyelidiki perkara dengan terlapor Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    ”Kami akan lakukan penyelidikan, mencari peristiwa apakah pidana atau bukan, kalau pidana akan penyidikan,” katanya di STIK, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2017.

    Tito menjelaskan, setiap menerima laporan, tahap pertama yang dilakukan polisi adalah melakukan penyelidikan. “Kalau ditemukan bukti penyidikan, akan dinaikkan. Kalau tidak ada, ya, dihentikan,” ujarnya.

    Baca juga:
    Ini Isi Pidato Megawati di HUT PDIP
    Dilaporkan ke Polisi, Ini Isi Pidato Lengkap Megawati

    LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama melaporkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Selasa, 24 Januari 2017, gara-gara isi pidatonya saat PDIP memperingati ulang tahun ke-44.

    Pidato Megawati dalam acara peringatan ulang tahun pada 10 Januari 2017 itu dituding menodai agama. Baharuzaman dari LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama melaporkan Megawati ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana penodaan agama.

    Baca pula: Megawati Dilaporkan, PDIP: Referensi Kebangsaan Minim

    Dalam laporannya, LSM itu menyebutkan, kata-kata Megawati yang diduga menodai agama adalah “Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self fulfilling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya.”

    REZKI ALVIONITASARI

    Simak: Dua Kali Mangkir, Bupati Buton Ditangkap KPK di Cengkareng



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.