Polisi Minta Fakta Kasus Mapala UII Jangan Ditutupi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengeluarkan keranda jenazah lham Nurfadmi Listia Adi (20), korban meninggal dunia yang merupakan peserta acara Diksar Mapala UII di rumah duka Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, 24 Januari 2017. Jenazah Ilham dikirim ke bagian forensik RSUP Dr Sardjito untuk otopsi. TEMPO/Pius Erlangga

    Petugas mengeluarkan keranda jenazah lham Nurfadmi Listia Adi (20), korban meninggal dunia yang merupakan peserta acara Diksar Mapala UII di rumah duka Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, 24 Januari 2017. Jenazah Ilham dikirim ke bagian forensik RSUP Dr Sardjito untuk otopsi. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Karanganyar - Kepolisian Resor Karanganyar meminta semua pihak tidak menutupi fakta yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan Dasar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Indonesia. Pihaknya mengancam akan mempidanakan jika ada pihak yang menyembunyikan fakta kejadian yang menimbulkan korban jiwa itu.

    "Kami meminta semua pihak terbuka," kata Kepala Polres Karanganyar Ajun Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak tanpa menyebut pihak yang dimaksud, Rabu, 25 Januari 2017. Menurut dia, polisi memerlukan informasi sedetail mungkin atas kejadian tersebut.

    Baca:
    Kematian Mahasiswa Mapala UII, Panitia Menangis Histeris

    Menurut Ade, penyembunyian informasi atas sebuah tindak pidana bisa berimplikasi hukum. "Bisa dipidanakan lantaran dianggap melakukan pembiaran atas terjadinya kejahatan," katanya.

    Dia juga meminta pihak yang terlibat dalam kegiatan itu tidak mencoba membuang atau menghilangkan barang bukti. "Konsekuensinya berat," ujarnya. 

    Lebih lanjut, Ade mengapresiasi langkah kampus yang membuat tim investigasi. Menurut dia, tim tersebut bekerja cukup baik dan bisa berbagi informasi dengan kepolisian. "Kami sangat menyambut baik," katanya.

    Ade mengakui, hingga kini masih ada beberapa saksi yang masih terlihat takut memberikan keterangan kepada polisi. "Sepertinya ada trauma," katanya. Menurut dia, polisi juga membawa psikolog dalam meminta keterangan saksi, terutama para peserta diksar.

    AHMAD RAFIQ

    Simak:
    Dugaan Penganiayaan Mahasiswa UII, Rektor Sebut Nama Ini 
    Begini Indikasi Kekerasan dan Penganiayaan 3 Mahasiswa UII


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...