Mahasiswa UII Tewas, Polisi: Diduga Tersangka Lebih dari 1  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengeluarkan keranda jenazah lham Nurfadmi Listia Adi (20), korban meninggal dunia yang merupakan peserta acara Diksar Mapala UII di rumah duka Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, 24 Januari 2017. Jenazah Ilham dikirim ke bagian forensik RSUP Dr Sardjito untuk otopsi. TEMPO/Pius Erlangga

    Petugas mengeluarkan keranda jenazah lham Nurfadmi Listia Adi (20), korban meninggal dunia yang merupakan peserta acara Diksar Mapala UII di rumah duka Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, 24 Januari 2017. Jenazah Ilham dikirim ke bagian forensik RSUP Dr Sardjito untuk otopsi. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Karanganyar - Tim Investigasi Kepolisian Resor Karanganyar, Yogyakarta telah memeriksa 21 saksi untuk mengungkap kasus meninggalnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam pendidikan dasar di kawasan Gunung Lawu di Logodringo, Gondosuli, Tawangmangu.

    Kepala Polres Karanganyar Ajun Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak di Karanganyar, Rabu, 25 Januari 2017 mengatakan tim penyidik sebelumnya memeriksa 11 saksi, sedangkan pada Rabu ini pemeriksaan saksi bertambah 10 orang lagi untuk mengungkap kasus tersebut.

    "Kami targetkan penyidikan kasus ini, dapat diselesailan pada pekan depan. Tersangka diduga ada lebih dari satu orang," katanya.

    Baca juga: Dugaan Penganiayaan Mahasiswa UII, Rektor Sebut Nama Ini

    Ade mengatakan tim penyidik Polres terdiri atas 20 personel. Mereka melakukan pemeriksan di sebuah hotel di Yogyakarta. Sementara itu, 10 orang saksi yang diperiksa tersebut, antara lain teman korban atau peserta yang mengikuti dikdar dan tiga panitia, serta dua saksi ahli dari perguruan tinggi.

    Selain itu, kata Ade, tim penyidik juga mengumpulkan benda-benda milik korban dan tali pemukul yang dapat dijadikan sebagai barang bukti.

    Tim penyidik untuk sementara menduga dalam kegiatan diksar mahasiswa UII tersebut ada tindakan pidana kekerasan, namun penyidik masih melakukan pendalaman.


    Simak pula: 3 Mahasiswa UII Tewas, Panitia Diklat Dilarang Keluar Kota

    Ia juga menjelaskan panitia Diksar UII belum memegang surat izin kegiatan dari kepolisian. Panitia memang sudah memegang surat rekomedasi dari Polres, dan mereka seharusnya kemudian mengajukan surat izin kegiatan.

    Puluhan mahasiswa UII Yogyakarta dilaporkan menggelar pendidikan dasar pencinta alam di lereng Gunung Lawu, Tlogodlingo, Tawangmangu, Karanganyar, pada 13-20 Januari 2017, dan tiga di antaranya meninggal dunia di puskesmas dan rumah sakit.

    Tiga mahasiswa pencinta alam yang meninggal dunia itu, yakni Muhammad Fadli, 20 tahun asal Tibanbaru, Sekupang Batam; Syaits Asyam (19) asal Sleman, dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (19) asal Lombok Timur.

    Lihat juga: Diksar Mapala UII Diduga Ada Kekerasan, Ini Cerita Peserta

    Muhammad Fadhli meninggal saat hendak dibawa ke Puskesmas Tawangmangu, Karanganyar karena diduga hipotermia pada Jumat, 20 Januari 2017, Syaits Asyam di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Sabtu (21 Januari 2017), dan Ilham Nurfadmi Listia Adi di RS Bethesda, Senin (23 Januari 2017) dini hari.

    ANTARA

    Baca juga:
    Kasus Dana Pramuka DKI Diduga Digelembungkan, Ini Modusnya
    Grasi Antasari Azhar, Istana: Jokowi Kurangi Hukuman 6 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.