Marak, Muhammadiyah Akan Buat Fikih Soal Hoax

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat mengkampanyekan anti-hoax di Jakarta, Minggu, 8 Januari 2017. M IQBAL ICHSAN

    Masyarakat mengkampanyekan anti-hoax di Jakarta, Minggu, 8 Januari 2017. M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhammadiyah berencana mengeluarkan fikih soal informasi sebagai langkah untuk menanggulangi maraknya berita bohong dan hoax yang beredar di masyarakat. Fikih tersebut akan segera dikaji oleh Majelis Tarjih.

    ”Sekarang kan memang berita hoax sudah luar biasa (banyak), maka insya Allah Tarjih akan mewacanakan fikih informasi,” kata Agus Tri Sundani, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, kepada Tempo, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2016.

    Baca:
    Begini Kisah Hoax dari Zaman Sukarno hingga Jokowi
    Modus dan Motif Pembuat Berita Hoax

    Fikih tersebut, kata Agus, akan berisi tentang tata cara menyampaikan dan menanggapi informasi dan berita. “Sehingga tidak menimbulkan bahaya yang besar,” ujarnya.

    Agus mengatakan peristiwa ketika zaman Nabi Sulaiman sebagai contoh bahayanya hoax. “Hampir terjadi perang besar kalau informasi dari pasukan burung itu tidak dikonfirmasi,” katanya.

    Dia juga menerangkan, sebetulnya tentang hoax sudah ada dasar ayat dan hadisnya, tetapi belum ada fikihnya. “Seperti lebih baik diam daripada bicara yang tidak perlu,” ucapnya.

    BRIAN HIKARI

    Baca: Tip Memerangi Hoax ala Gus Mus



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.