TI: Paket Kebijakan Perbaiki Indeks Korupsi Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta – Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index) Indonesia meningkat. Transparency International Indonesia (TII) melansir CPI Indonesia kini berada di peringkat ke-37. Sekretaris Jenderal TII Dadang Trisasongko mengatakan kenaikan skor CPI Indonesia sebesar satu poin.

    Dalam rentang waktu lima tahun terakhir, skor CPI Indonesia naik lima poin. “Kenaikan ini menandakan masih berlanjutnya tren positif pemberantasan korupsi di Indonesia,” kata Dadang dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 25 Januari 2017.

    Baca:
    Survei TI: Pemimpin Populis Perburuk Pemberantasan Korupsi

    Peningkatan lima poin pada lima tahun terakhir itu dinilai lambat. Lambatnya kenaikan karena pemberantasan korupsi hanya berfokus pada sektor birokrasi saja. “Strategi pemberantasan korupsi belum memberikan porsi terhadap korupsi politik, hukum, dan bisnis,” ucap Dadang.

    Hasil riset TII menyebutkan peningkatan skor CPI Indonesia pada 2016 disumbangkan oleh paket debirokratisasi (paket kebijakan). Hal itu meliputi layanan izin yang disederhanakan serta pembentukan satgas antikorupsi, yang dianggap menurunkan prevalensi korupsi.

    Baca juga:
    Ini Daftar Peringkat Korupsi Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
    Ketua KPK Berharap Indeks Persepsi Korupsi Indonesia...

    Skor CPI Indonesia pada 2016 sebesar 37 dan menempati urutan ke-90 dari 176 negara yang diukur. Kendati naik satu poin, peringkatnya turun dua level dibanding tahun sebelumnya. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Malaysia (skor 49), Brunei Darusalam (58), dan Singapura (85). Indonesia sedikit unggul dibanding Thailand (35), Filipina (35), dan Vietnam (33).

    Di tingkat global, negara-negara yang mendapat poin tertinggi dan berada di posisi paling atas adalah Denmark (90), Selandia Baru (90), Finlandia (89), Swedia (88), dan Switzerland (86). Sedangkan negara-negara dengan poin terendah adalah Yaman, Sudan, dan Libya dengan skor 14, Suriah (13), Korea Utara (12), dan Sudan Selatan (11).

    ADITYA BUDIMAN

    Berita terkait:
    Indeks Korupsi: Indonesia Naik, Cina Melorot



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.