Jokowi Sindir Emirsyah Satar di Pertemuan Direksi BUMN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) didampingi Mensesneg Pratikno menerima Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddqie di Istana Merdeka, Jakarta, 23 Januari 2017. Pertemuan ini juga membahas masalah kebangsaan dan ancaman terhadap kebhinekaan. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (kiri) didampingi Mensesneg Pratikno menerima Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddqie di Istana Merdeka, Jakarta, 23 Januari 2017. Pertemuan ini juga membahas masalah kebangsaan dan ancaman terhadap kebhinekaan. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memanfaatkan acara Executive Leadership Program untuk menyindir mantan Direktur Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Sindiran itu berkaitan dengan kasus dugaan suap pembelian mesin pesawat Rolls Royce dari Inggris pada periode 2009-2012.

    "Saya gak ngomong di BUMN (badan usaha milik negara) mana, tapi gambarnya ada," ujar Presiden Joko Widodo sambil menunjukkan gambar pesawat Garuda Indonesia di hadapan para direksi BUMN, di Istana Kepresidenan, Rabu, 25 Januari 2017.

    Baca:
    Harta Emirsyah Satar Naik 2 Kali Lipat dalam 3 Tahun
    Garuda Beli Enam Airbus di Masa Emirsyah

    Sindiran Presiden Joko Widodo tersebut tak pelak memicu tawa dari ratusan direksi BUMN yang hadir. Terlebih lagi, saat Presiden Joko Widodo langsung menampilkan gambar Garuda Indonesia di hadapan mereka.

    Presiden Joko Widodo meminta kasus serupa jangan sampai terulang, baik di level direksi maupun bawahan. Dan, ia juga meminta para direksi BUMN untuk tidak menyepelekan ancaman penegakan hukum. Sebab, menurut Presiden Joko Widodo, sehebat apa pun perkara disembunyikan pada akhirnya akan ketahuan juga.

    "Sekarang ini era keterbukaan. Kesalahan yang dilakukan sekarang bisa saja ketemunya 5-10 tahun lagi. Hati-hati. Kejadian 2012 (Garuda) aja ketemunya sekarang," ujar Presiden Joko Widodo.

    Presiden Joko Widodo menambahkan peringatannya, bahwa ia juga tidak ingin namanya dibawa-bawa untuk kepentingan pribadi. Ia bahkan berkata tidak ada seorang pun boleh mencatut namanya untuk kepentingan apa pun.

    "Entah orang dekat saya, saudara saya. Ndak ada. Saya memperingatkan ini karena saya mencintai saudara-saudara semua," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN M.P.

    Baca: Dugaan Suap Emirsyah Satar, 5 Tempat Penting Digeledah KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.