Polri: Sekitar 220 WNI Dideportasi Saat Akan Gabung ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar (tengah) memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, 3 Desember 2016. Meski sudah ditetapkan dan diperiksa 1x24 jam, Polisi tidak melakukan penahanan atas dasar penilaian subjektif kepolisian. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar (tengah) memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, 3 Desember 2016. Meski sudah ditetapkan dan diperiksa 1x24 jam, Polisi tidak melakukan penahanan atas dasar penilaian subjektif kepolisian. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia mencatat sekitar 220 warga negara Indonesia dideportasi dari berbagai negara karena hendak pergi ke Suriah untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    Pengamat intelijen Wawan Hari Purwanto berpendapat bahwa pengiriman WNI ke Suriah akan terus terjadi. Musababnya, Bahrun Naim Anggih Tamtomo sebagai pentolan ISIS asal Indonesia membutuhkan personel pasukan dalam jumlah cukup besar. “Tidak hanya sebagai kombatan, tapi juga tenaga-tenaga pendukung,” ujar Wawan, Senin, 23 Januari 2017.

    Baca: Polisi Buru Pengirim WNI yang Diduga Akan Bergabung ISIS

    Berikut ini data sejumlah warga Indonesia yang dideportasi dari beberapa negara selama dua bulan terakhir:

    5 Desember 2016
    Tiga WNI asal Jakarta dan Jawa Barat. Dideportasi dari Singapura.

    24 Desember 2016
    Tiga WNI asal Karawang, Bandung, dan Riau. Dideportasi dari Turki.

    30 Desember 2016
    Dua WNI berangkat dari Batam. Dideportasi dari Singapura.

    10 Januari 2017
    Delapan WNI asal Sumatera Barat. Dideportasi dari Singapura.

    21 Januari 2017
    17 orang dari Malang, Makassar, Jakarta, Gowa, Lampung, Ujung Pandang, serta Padang. Dideportasi dari Turki.

    DEWI SUCI RAHAYU | EVAN | PDAT | SUMBER DIOLAH TEMPO

    Simak pula:
    Rizieq Syihab Diimbau Tak ke Jawa Timur
    Grasi Antasari Azhar, Istana: Jokowi Kurangi Hukuman 6 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.