23 Taksi Liar di Bandara Makassar Terjaring Razia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Makassar-- Manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin melakukan operasi penertiban terhadap taksi ilegal yang beroperasi sekitar bandara. Dalam operasi tersebut 23 taksi liar kena razia. Adapun personel yang diturunkan berjumlah 130 orang yang terdiri dari TNI Angkatan Udara dan Aviation Security, Senin malam 23 Januari 2017.

    Juru bicara PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Turah Ajiari mengatakan pihaknya sudah meminta aparat kepolisian untuk menilang seluruh taksi liar. Sebab, keberadaannya dalam bandara sangat menggangu para penumpang lantaran antara taksi liar dan operator resmi angkutan darat kerap berebut penumpang yang mengakibatkan terjadinya kegaduhan. "Sasaran kita yakni taksi liar dan online, jadi razia ini dipusatkan di area toll gate dan bassement kedatangan," kata Turah, Senin malam 23 Januari 2017.

    Selain itu, dia melanjutkan, 14 taksi resmi juga terjaring dalam operasi penertiban tersebut karena tidak memenuhi persyaratan yaitu sopirnya tidak mengenakan seragam perusahaan dan tak memakai kartu identitas.


    Baca juga:
    Ryamizard: Kita Tidak di Kiri-Kanan, Pancasila di Tengah
    Misteri Kematian Mahasiswa UII, Diare atau Dianiaya?

    Menurut dia, di area basement kedatangan petugas gabungan juga langsung melakukan pengusiran terhadap sejumlah sopir yang diduga menawarkan jasa angkutan liar. Adapun, di area toll gate pemeriksaan kembali dilakukan untuk mengantisipasi lolosnya angkutan liar tersebut.

    Turah mengimbau kepada penumpang agar tak menggunakan jasa angkutan darat yang liar dan segera pindah ke angkutan resmi yang terdaftar di Bandara Hasanuddin. "Tapi kami juga tidak bisa memaksa keinginan penumpang untuk memilih angkutan darat," tutur dia.

    Ia membeberkan bahwa operasi penertiban angkutan liar ini dilakukan setelah banyaknya keluhan pengunjung bandara. Bandara yang bertaraf internasional ini dianggap seperti pasar tradisional. Para sopir angkutan darat berebut penumpang hingga menarik tasnya. Penumpang mengak tak nyaman ketika keluar dari pintu kedatangan. Hal itu terjadi karena maraknya angkutan liar yang beroperasi, sehingga manajemen Angkasa Pura melakukan identifikasi dengan operasi penertiban secara berkala.

    DIDIT HARIYADI


    Baca juga:
    Tampilan Baru Snapchat Bisa Batasi Penyebaran Berita Hoax
    Megawati Dilaporkan ke Polisi karena Pidatonya di HUT PDI-P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.