Kasus Suap Bupati Klaten Bikin PNS Berdebar-debar

Reporter

Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

TEMPO.CO, Klaten -Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil beberapa pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten sebagai saksi dalam kasus jual-beli jabatan yang menjerat Bupati Klaten Sri Hartini. Informasi yang dihimpun Tempo, para saksi itu akan langsung diperiksa di Gedung KPK di Jalan H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, pada Rabu, 25 Januari 2017.

“Bapak sudah berangkat ke Jakarta tadi pagi naik pesawat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Jadwal penerbangannya pukul 10.00,” kata Sekretaris Dinas Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD, sebelumnya BKD) Klaten Nur Rosyid pada Selasa, 24 Januari. Bapak yang dia maksud adalah Kepala BKPPD Klaten, Sartiyasto.

Baca juga:
Jual-Beli Jabatan, KPK Selidiki Peran Anak Bupati Klaten  

Ajaib, 20 Tahun Klaten Dikuasai Suami-Istri Ini

Nur Rosyid mengatakan, Sartiyasto menerima undangan dari KPK sejak Senin 23 Januari 2017. Selain Sartiyasto, KPK juga memanggil Kepala Bidang Mutasi BKPPD Slamet dan seorang staf Bagian Sekretariat BKPPD Sukarno. Informasi yang dihimpun Tempo, KPK juga memanggil tiga PNS lain dari tiga instansi yang berbeda, satu pihak swasta, dan seorang anggota DPRD Klaten.

Sekretaris Daerah Klaten Jaka Sawaldi juga mengaku mendengar kabar ihwal pemanggilan sejumlah saksi dari Klaten ke Gedung KPK. “Iya, ada beberapa yang dipanggil besok. Mungkin sekitar sembilan orang. Tapi saya tidak tahu siapa saja mereka,” kata Jaka.

Dikonfirmasi ihwal pemanggilan sejumlah saksi dari Klaten untuk diperiksa di Gedung KPK pada Rabu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum bersedia menjelaskan secara detail. “Kalau untuk (pemeriksaan) besok, kami sampai sampaikan besok daftar nama dan jabatannya. Kalau hari ini tidak ada dari Klaten. Yang ada kasus Kebumen dan Nganjuk (Jawa Timur),” tutur Febri saat dihubungi Tempo.

Kendati belum ada kepastian dari KPK ihwal pemanggilan sejumlah saksi dari Klaten ke Jakarta, kabar tersebut sudah santer beredar di lingkungan Pemkab Klaten. Sambil berbisik-bisik, sebagian PNS sempat menggunjingkan nasib para saksi tersebut.

Baca juga:
Ryamizard: Kita Tidak di Kiri-Kanan, Pancasila di Tengah
Elektabilitas Ahok Merangkak Naik, Ini Penyebabnya

“Memang ada beberapa teman yang membahas soal bagaimana kalau mereka nanti tidak boleh pulang setelah sampai di Jakarta (karena langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK),” kata Nur. Namun, Nur tidak sependapat dengan kekhawatiran sejumlah rekannya. Sebab, yang dipanggil KPK ke Jakarta bukan hanya kalangan pejabat saja. “Masak staf biasa juga kena,” kata Nur.

Kepala Bidang Umum dan Kepegawaian BKPPD Klaten, Dhody Hermanu berujar, menyandang status saksi dalam kasus yang sedang ditangani KPK sudah membuat sebagian PNS bergidik. “Karena semua tahu, KPK tidak pernah main-main. Saksi bisa saja menjadi tersangka jika memang terbukti terlibat. Kalau sudah jadi tersangka KPK ya sudah, tidak bisa mundur,” tutur Dhody.

DINDA LEO LISTY







KPK Limpahkan Kasus Korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan

16 jam lalu

KPK Limpahkan Kasus Korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan

KPK resmi melimpahkan perkara korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Berkas atas nama terdakwa Irfan Kurnia Saleh.


KPK Ancam Jemput Paksa Istri dan Anak Lukas Enembe

23 jam lalu

KPK Ancam Jemput Paksa Istri dan Anak Lukas Enembe

KPK meminta istri dan anak Gubernur Papua Lukas Enembe untuk kooperatif.


Istri dan Anak Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

1 hari lalu

Istri dan Anak Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

Istri dan anak Lukas Enembe absen dari pemeriksaan KPK tanpa alasan yang jelas.


KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

1 hari lalu

KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

Dodi Reza Alex divonis 6 tahun penjara. Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan kemudian mengurangi hukuman itu menjadi 4 tahun saja.


KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

1 hari lalu

KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

KPK menduga ada anggota DPR periode 2009-2014 dan pihak lainnya yang menerima suap Rp 100 miliar.


KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.


KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

2 hari lalu

KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

KPK mencegah 2 orang dalam kasus korupsi Garuda Indonesia. Kasus yang pernah menyeret Emirsyah Satar ke balik jeruji.


KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

2 hari lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

Istri dan anak Lukas Enembe dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi kepada Gubernur Papua itu.


KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

2 hari lalu

KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

KPK menahan tersangka kedelapan dalam kasus suap pengurusan perkara yang menyeret hakim agung nonaktif Sudrajad Dimyati.


KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

2 hari lalu

KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

KPK belum berhasil memeriksa Lukas Enembe. Lukas beralasan sakit.