Kasus Suap Bakamla, KPK Periksa Lagi Tiga Saksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla, Eko Susilo Hadi berjalan seusai menjalani pemeriksan oleh penyidik digedung KPK, Jakarta, 23 Januari 2017. Tersangka Eko Hadi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pegawai PT Melati Technovo Indonesia Muhammad Adami Okta dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan lima unit alat monitoring satelit di Bakamla dengan nilai proyek Rp 200 miliar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla, Eko Susilo Hadi berjalan seusai menjalani pemeriksan oleh penyidik digedung KPK, Jakarta, 23 Januari 2017. Tersangka Eko Hadi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pegawai PT Melati Technovo Indonesia Muhammad Adami Okta dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan lima unit alat monitoring satelit di Bakamla dengan nilai proyek Rp 200 miliar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi kasus suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Kelautan (Bakamla) tahun anggaran 2016, Selasa, 24 Januari 2017. Ketiga saksi itu adalah Koordinator Unit Layanan Pengadaan Bakamla tahun anggaran 2016 untuk Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Kamla Juli Amar, karyawan swasta Slamet Tripono, dan pihak swasta Ali Fahmi.

    "Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESH (Eko Susilo Hadi)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Selasa, 24 Januari 2017.

    Baca:

    Suap Bakamla, KPK Kembali Periksa Eko Susilo Hadi
    Suap Bakamla, KPK Dalami Peran Perantara

    Selain ketiga saksi itu, hari ini KPK juga memeriksa salah satu tersangka suap Bakamla. Dia adalah Muhammad Adami Okta, karyawan PT Merial Esa Indonesia. Sama seperti ketiga saksi lain, ia juga diperiksa sebagai saksi untuk Eko Susilo Hadi.

    Baca juga:

    Suap Bakamla, di Rumah Laksma Bambang Ditemukan ...
    Suap Bakamla, KPK Dalami Dugaan Pemberian Lain ...

    Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Selain Eko Susilo Hadi dan Muhammad Adami Okta, dua tersangka lainnya yaitu Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah dan pegawai PT MTI, Hardy Stefanus.

    Fahmi diduga menjanjikan imbalan sebesar 7,5 persen dari total nilai proyek Rp 220 miliar kepada Eko. Uang itu diberikan agar PT Merial Esa Indonesia dijadikan pemenang tender.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Baca juga:
    Sidang Ahok, Lurah: Protes Tidak Ada, yang Ada Tepuk Tangan
    Suap Garuda, KPK Kantongi Catatan Aliran Duit Emirsyah Satar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.