Pertamina Perluas Kilang, Balikpapan Minta Jatah Pekerjaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto (kiri), saat meninjau fasilitas pengolahan kilang minyak Kasim RU VII, Kabupaten Sorong, Papua Barat, 1 Mei 2016. Unit produksi dan pengolahan fasilitas kilang minyak Kasim, Sorong, milik Pertamina (persero) tengah melakukan upaya intesif untuk meningkatkan kapasitas produksi sebesar 10.000 barel per hari. TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto (kiri), saat meninjau fasilitas pengolahan kilang minyak Kasim RU VII, Kabupaten Sorong, Papua Barat, 1 Mei 2016. Unit produksi dan pengolahan fasilitas kilang minyak Kasim, Sorong, milik Pertamina (persero) tengah melakukan upaya intesif untuk meningkatkan kapasitas produksi sebesar 10.000 barel per hari. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, meminta PT Pertamina (Persero) memprioritaskan pekerja lokal untuk mengisi peluang kerja kilang. “Pembangunan kilang harus transparan dalam penerimaan pekerjanya. Terutama memprioritaskan warga Balikpapan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan Tirta Dewi, Selasa, 24 Januari 2017.

    Pertamina sedang mengembangkan kilang minyak di Balikpapan berkapasitas 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel. Pengembangan kilang itu membutuhkan setidaknya 25 ribu karyawan di berbagai bidang. Ini bisa menekan angka pengangguran Balikpapan yang totalnya mencapai 18 ribu jiwa.

    Baca: Pertamina dan Pemerintah Kaji Energi Baru Pengganti Elpiji

    Tirta mengatakan Pertamina harus mempercayakan pengerjaan sejumlah subkontrak proyek pada perusahaan lokal Balikpapan. Perusahaan ini nantinya yang akan mempekerjakan tenaga kerja lokal Balikpapan.

    Tirta mengaku sudah menyurati Pertamina agar transparan dalam penunjukan perusahaan subkontraktor pemberi kerja. Pemerintah Kota Balikpapan berniat memonitoring prosesi pengerjaan pembangunan kilang dari awal hingga akhir. “Mudah-mudahan direspons.” Ia ingin Pertamina melaporkan penerima pekerjaan.

    Baca juga: Bentuk PT, Pertamina-Saudi Aramco Garap Kilang Cilacap

    Jika tidak ditanggapi, Tirta mengancam akan menghentikan kegiatan sementara pembangunan kilang Balikpapan. Menurut dia, ada aturan tegas soal tenaga luar daerah yang sudah disepakati Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. “Kami tidak melarang Pertamina maupun subkontraktor dalam mempekerjakan tenaga kerja antarkota antardaerah namun ada prosedur maupun perizinan yang harus dipenuhi.” Berdasarkan aturan pemberi kerja harus mengurus perizinan ke Dinas Provinsi Kalimantan Timur.

    Warga Balikpapan menilai Pertamina maupun subkontraktor lebih banyak mempekerjakan pekerja dari luar daerah untuk pembangunan apartemen karyawan Pertamina. Hal itu yang sempat menimbulkan konflik sosial.

    S
    .G. WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.