Bunuh Polisi, Anggota Satpol PP Pemkot Makassar Diadili

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca-kaca pecah pada bangunan kantor Balai Kota akibat aksi penyerangan di Makassar, 7 Agustus 2016. Di tempat ini, polisi mengamuk, memukuli dan menangkap beberapa personel Satpol PP. TEMPO/Fahmi Ali

    Kaca-kaca pecah pada bangunan kantor Balai Kota akibat aksi penyerangan di Makassar, 7 Agustus 2016. Di tempat ini, polisi mengamuk, memukuli dan menangkap beberapa personel Satpol PP. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar-Sidang pertama kasus pembunuhan Brigadir Dua Michael Abraham Reiwpassa, 22 tahun, anggota Sabhara Polda Sulawesi Selatan digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin, 23 Januari 2017. Jusman Muin, 24 tahun, duduk sebagai terdakwa. Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Cening Budiana itu berlangsung singkat, mulai pukul 12.30 Wita hingga pukul 12.53 Wita.

    Dalam dakwaannya, jaksa penuntut Adrian Dwi Saputra mengatakan Jusman sengaja menikam Michael Reiwpassa menggunakan badik pada bagian pinggang kiri yang mengakibatkan korban tewas.

    Jusman dijerat dakwaan primer dan subsider  Pasal 338, Pasal 354 ayat 2 dan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan ringan dan penganiayaan berat serta pembunuhan.

    Koordinator tim penasehat hukum terdakwa, Salassa Albert, menilai dakwaan jaksa tidak tepat. Alasannya, Pasal 354 KUHP  yang dimasukkan dalam dakwaan  tidak pernah disidik oleh polisi. Namun, polisi tetap memasukkannya dalam surat dakwaan. "Harusnya jaksa tidak boleh membuat surat dakwaan yang tidak berdasarkan berita acara pemeriksaan,” ucap Salassa.

    Dia juga menilai Pasal 354 tentang penganiayaan berat tidak harus menjadi fokus penyidikan polisi. Sebab, lanjut dia, saat terjadi penganiayaan, korban tidak langsung meninggal dunia lantaran sempat ditangani tim medis rumah sakit. "Nah kalu ditikam langsung mati, itu  baru bisa dikenakan Pasal 338 tentang pembunuhan," ujarnya.

    Michael tewas  oleh tikaman badik Jusman usai melakukan penyerangan bersama puluhan rekannya ke kantor Balai Kota Makassar, Minggu dinihari 7 Agustus 2016 lalu. Akibatnya Jusman yang juga pegawai honorer Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Makassar ini ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Makassar.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.