Polri Dalami Informasi Polisi Selundupkan Senjata di Sudan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bagian Mitra Polri Komisaris Besar Awi Setiyono dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto memberi keterangan pers seputar penggerebekan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Desember 2016. Tempo Rezki A.

    Kepala Bagian Mitra Polri Komisaris Besar Awi Setiyono dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto memberi keterangan pers seputar penggerebekan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Desember 2016. Tempo Rezki A.

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan pihaknya tengah mendalami kabar mengenai anggota polisi Indonesia yang diduga menyelundupkan senjata di Sudan. "Kami sedang dalami, kami sedang telaah informasinya karena (kejadiannya) di luar negeri. Itu kan beredar dari medsos di sana juga, atau informasi dari media di sana," kata Rikwanto di Markas Besar Polri, Senin, 23 Januari 2017.

    Dilansir dari laman Sudan Tribune, 21 Januari 2017, anggota polisi yang bergabung dalam pasukan misi perdamaian di Sudan (United Nations African Mission In Darfur/UNAMID)  ditahan pada 20 Januari  saat akan meninggalkan Bandara Al Fashir, Darfur, Sudan.

    Baca Juga: Kemlu: Pasukan Perdamaian dari Indonesia Ditahan di Sudan

    Dari bagasi yang diduga milik para anggota Polri tersebut, disita puluhan jenis senjata api. UNAMID dikabarkan telah bergerak menyelidiki masalah itu. UNAMID merupakan misi perdamaian terbesar kedua di dunia dengan anggaran mencapai US$ 1,35 miliar, lengkap dengan 2000 personel. 

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir membenarkan informasi soal anggota pasukan misi perdamaian asal Indonesia yang ditahan di Sudan. Arrmanatha memastikan perwakilan RI di Sudan mendampingi para polisi Indonesia yang ditahan karena dugaan penyelundupan senjata tersebut. 

    "Duta Besar RI di Khartoum sudah di lokasi untuk memberikan pendampingan kepada pasukan polisi Indonesia," ujar Arrmanatha saat dikonfirmasi Tempo, Senin, 23 Januari 2017.

    Menurut Arrmanatha, informasi yang awalnya beredar lewat media lokal Sudan itu masih diselidiki lantaran adanya sejumlah kejanggalan. "Pihak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sedang menginvestigasi. Informasi awal yang kami terima barang tersebut bukan milik pasukan Polisi Indonesia," tuturnya. 

    Bantuan hukum, menurut Arrmanatha, akan diberikan oleh tim dari Kepolisian RI. "Tim Polri akan segera berangkat untuk memberikan bantuan hukum dan mencari kejelasan."

    REZKI A | YOHANES PASKALIS | SUDAN TRIBUNE

    Simak:
    Kasus Emirsyah Satar, KPK Telusuri 5 Kasus Lain di Garuda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.