Isu Bertemu dengan Trump Akhir 2016, Setya Novanto: Rahasia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat presiden Amerika Serikat dari kubu Republik, Donald Trump (kanan), memperkenalkan Ketua DPR Setya Novanto kepada wartawan di Trump Tower, New York, 3 September 2015.  Trump memperkenalkan Setya usai acara pengambilan sumpah kesetiaannya kepada kubu Republik.  REUTERS/Lucas Jackson

    Kandidat presiden Amerika Serikat dari kubu Republik, Donald Trump (kanan), memperkenalkan Ketua DPR Setya Novanto kepada wartawan di Trump Tower, New York, 3 September 2015. Trump memperkenalkan Setya usai acara pengambilan sumpah kesetiaannya kepada kubu Republik. REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto mengunjungi Amerika Serikat untuk berlibur pada akhir tahun lalu. Ketika ditanyai, apakah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat itu, Setya enggan membeberkannya.

    Baca juga: Donald Trump Jadi Presiden AS, Apa Harapan Setya Novanto

    “Rahasia itu,” kata Setya saat ditemui Tempo di Kompleks Parlemen, Senayan, sehari sebelum pelantikan Trump, Kamis, 19 Januari 2017.

    Trump resmi dilantik sebagai Presiden Amerika ke-45 di Capitol Hill pada Jumat, 20 Januari 2017. Dia dilantik bersama Wakil Presiden Amerika Michael Richard Pence.

    Pada 3 September 2015, Trump bertemu dengan Setya di Manhattan, New York. Saat itu, Setya dan sejumlah anggota parlemen lain, termasuk Wakil Ketua DPR Fadli Zon, sedang berkunjung ke Amerika.

    Menurut Setya, dalam pertemuan 2015, Trump menuturkan ingin berkomunikasi aktif dengan Presiden Joko Widodo. “Saya yakin hubungan akan semakin baik, investasi semakin besar, dan perhatian dengan Indonesia akan semakin baik,” ujar Setya.

    Meski dekat dengan Trump, Setya tidak menghadiri pelantikannya. Sebab, Setya harus menjalankan tugas sebagai Ketua DPR saat pelantikan tersebut.

    HUSSEIN ABRI YUSUF



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.