Cuaca Ekstrem, Nelayan Kepulauan Aru Diimbau Tak Melaut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Ambon - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon George Mahubessy mengimbau nelayan tradisional di Kabupaten Kepulauan Aru mewaspadai hujan lebat disertai petir di sekitar perairan Laut Arafura.

    “Nelayan harus waspada terhadap kondisi cuaca baik hujan yang disertai angin maupun tinggi gelombang di perairan Laut Arafura,” kata George, Senin, 23 Januari 2017.

    Kondisi cuaca itu dipengaruhi adanya awan gelap (kumulonimbus). Awan tersebut berpotensi menimbulkan perubahan kecepatan angin sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.

    George mengatakan tinggi gelombang di Laut Arafura saat ini mencapai 2,5 meter. Terkait dengan keselamatan, George menuturkan, nelayan yang hendak menangkap ikan diimbau tidak melaut. “Karena tinggi gelombang mencapai 2,5 meter para nelayan yang hendak menangkap ikan tidak perlu memaksakan melaut dengan mengandalkan armada tradisional,” ujarnya.

    Menurut George, selain nelayan imbauan telah disampaikan kepada bupati, maupun wali kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

    "Jadi imbauan kondisi cuaca telah disampaikan melalui masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah, termasuk para bupati maupun wali kota," katanya mengungkapkan.

    RERE KHAIRIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.