Hotel Mewah Khusus Hewan Purwakarta, Ada Ruang Pijat dan Spa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat. TEMPO/Nanang Sutisna

    Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akan membangun hotel mewah khusus hewan dengan fasilitas VIP dengan biaya Rp 10 miliar. Jumlah kamarnya mencapai 30.

    Baca juga: Hotel Mewah Khusus Hewan di Purwakarta Dibangun Rp 10 Miliar

    “Di hotel hewan yang mewah itu, akan dilengkapi fasilitas layaknya penginapan manusia seperti ruang pijat tradisional dan spa,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat dihubungi Tempo, Senin, 23 Januari 2017.

    Selain hotel mewah khusus hewan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga akan membangu vila untuk penginapan para pemilik hewan yang akan melakukan atraksi hewan terutama domba.

    Hotel hewan yang akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare tersebut, letaknya berada satu kompleks dengan stadion ketangkasan hewan yang kini sudah berdiri tepatnya di Kampung Cikubang, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiara Pedes.

    Hotel tersebut, jika sudah beroperasi akan memiliki fungsi sebagai tempat peristirahatan hewan yang akan mengikuti atraksi ketangkasan. "Jadi domba yang datang dari Garut, Cianjur dan Tasikmalaya serta daerah lainnya, bisa melakukan relaksasi dulu, sehingga ketika akan beraksi sudah dalam keadaan fresh," ujar Dedi.

    Ada pun untuk para pemilik hewannya, disiapkan vila yang letaknya satu kompleks dengan hotel hewan. Sehingga, mereka tak harus bersusah payah pada saat mengurus dan membimbing hewan piaraan kesayangannya yag akan berkontes.

    Rancang bangun hotel hewan dan vila di kompleks stadion ketangkasan hewan Cikubang tersebut, sepenuhnya bersarsitektur khas Sunda. Bangunannya akan terbuat dari bahan kayu, bambu dan beratapkan ijuk.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.