Kementerian Sosial Bantah Telantarkan Kembaran YY

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Netizen membuat tagar #NyalaUntukYuyun sebagai aksi solidaritas terhadap Yuyun remaja 14 tahun yang tewas setelah dicabuli 14 pemuda. Twitter.com

    Netizen membuat tagar #NyalaUntukYuyun sebagai aksi solidaritas terhadap Yuyun remaja 14 tahun yang tewas setelah dicabuli 14 pemuda. Twitter.com

    TEMPO.CO, Rejang Lebong - Kementerian Sosial membantah menelantarkan Yayan (15), kembaran almarhumah YY siswi SMP di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, korban pemerkosaan dan pembunuhan pada 2016.

    Mantan Kabid Sosial Dinsosnakertrans Rejang Lebong yang saat ini menjadi Dinsos dan Pemerintahan Masyarakat Desa, Kandar Sukandar mengatakan kondisi Yayan bersama dua temannya dalam keadaan sehat dan masih bersekolah.

    "Saya sempat menanyakan langsung ke Kemensos tentang kondisi Yayan dan dua sahabatnya di Kota Malang," katanya kepada Antara di Rejang Lebong, Minggu 22 Januari 2017.

    Simak juga:
    Bupati Bantul Pertahankan Camat NonMuslim: Sesuai Pancasila
    Berkas Perkara Buni Yani Tak Kunjung Lengkap

    Menurut dia, Kemensos telah menghubungi pengelola pondok pesantren dan memperoleh informasi bahwa soal Yayan putus sekolah hingga harus bekerja membersihkan lingkungan pondok pesantren, tidaklah benar.

    Kandar menambahkan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Gus Lukman selaku pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Kota Malang, Jawa Timur, saat ini Yayan bersama dua sahabatnya dalam kondisi baik-baik saja, sama seperti santri-santri lainnya. Bahkan Gus Lukman, kata Kandar Sukandar, memberikan saran bagi pihak-pihak yang ingin melihat langsung kondisi Yayan dan dua sahabatnya bisa langsung datang ke Ponpes Bahrul Maghfiroh Kota Malang.

    Dia juga mendapatkan pesan SMS dari Harun, orang kepercayaan Gus Lukman di Ponpes Bahrul Maghfiroh Kota Malang, yang isinya menyebutkan kondisi Yayan baik saja seperti santri biasanya.

    Kemudian terkait pemberitaan jika saat ini Yayan harus bersih-bersih Ponpes, hal tersebut bukanlah sanksi. Namun sudah menjadi kebiasaan setiap santri untuk membersihkan tempat tinggalnya secara mandiri. Hal ini juga dilakukan oleh santri-santri lain yang ada di Ponpes itu.

    Baca juga:
    Cerita Jokowi Jatuh Cinta Busur dan Anak Panah
    Menteri KLHK Segera Putuskan Nasib Kebun Binatang Bandung

    Yayan saat ini ditempatkan di guest house santri penghafal Al Quran, tempat tersebut lebih baik dari tempat santri umumnya. Sedangkan untuk pembiayaan sekolah Yayan dan kedua temannya tidak dikenakan biaya sekolah karena ditanggung oleh pondok pesantren.

    Sebelumnya, Kadinsos dan PMD Rejang Lebong, Darmansyah mengatakan, dari laporan orangtua Yayan bersama dengan LSM pendampingnya, bahwa Yayan, Restu dan Uus terancam putus sekolah karena belum membayar iuran sekolah pondok pesantren sejak masuk pada juli 2016 lalu dengan besaran mencapai Rp5 juta.

    Orang tua Yayan bersama dengan LSM pendamping mempertanyakan janji Kementerian Sosial yang sebelumnya menjamin pendidikan untuk kembaran almarhumah YY bersama dua rekannya sampai selesai.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?