Ini Alasan Jokowi Ikut Kejuaraan Panahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berlatih memanah sebelum mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017. Latihan digelar di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD (Pusdikzeni) Bogor, Sabtu 14 Januari 2017. Foto Biro Pers Istana Kepresidenan/Istimewa.

    Presiden Joko Widodo berlatih memanah sebelum mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017. Latihan digelar di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD (Pusdikzeni) Bogor, Sabtu 14 Januari 2017. Foto Biro Pers Istana Kepresidenan/Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan keikutsertaannya dalam Kejuaraan Panahan Terbuka 2017 di Bogor bukan tanpa alasan. Selain penyaluran hobinya, juga bentuk perhatian terhadap olahraga panahan.

    "Saya ikut sebagai penggembira, sebenarnya. Tapi, penting bisa memotivasi atlet-atlet panahan baik yang junior maupun senior agar prestasi olahraga panahan kita lebih baik," kata Presiden Joko Widodo di lokasi kejuaraan, Lapangan Wira Yudha Pusat Pendidikan Zeni, Kodiklat TNI AD, Bogor, Ahad, 22 Januari 2017.

    Baca:
    Begini Jokowi Berlatih Panahan

    Keikutsertaan Presiden dalam kejuaraan itu juga untuk memantau pengembangan atlet-atlet panahan baru. Presiden mengatakan atlet panahan harus dididik sejak usia dini dan didorong untuk rutin ikut dalam berbagai kompetisi.

    "Gak mungkin kayak saya yang umur 50-an langsung pengen jadi atlet. Itu harus dimulai dari usia dini," ujar Presiden sambil tertawa.

    Baca juga:
    Ikut Kejuaraan Panahan, Jokowi Dilatih Rizal Barnardi
    Presiden Jokowi Batal Berlatih Panahan karena Hujan

    Ditanyai kenapa dia menyukai penahanan, Presiden Joko Widodo dengan mantap berkata bahwa olahraga panahan memiliki target yang jelas. "Kegiatan apa pun harus ada target. Nah panahan ini targetnya jelas," ujarnya mengakhiri.

    Presiden Joko Widodo mencetak skor 107 dalam penampilan perdananya hari ini. Angka itu melebihi prediksi pelatihnya, Rizal Barnadi, yang mengira Presiden akan mencetak skor di bawah 100. Meski begitu, Presiden tidak memenangkan apa pun.

    ISTMAN M.P.

    Berita Terkait:
    Enam Kejahilan Kaesang terhadap Jokowi di Vlognya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.