Sawah Diserbu Hama, Petani Subang Oplos Obat Tanaman Sendiri

Reporter

Petani membuka jaring pengaman hama burung saat panen padi di kawasan Panyileukan, Bandung, Jawa Barat, 9 Februari 2016. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Para petani di Subang, Jawa Barat, panik menghadapi berbagai serangan hama tanaman padi miliknya. Hama ganas seperti wereng batang cokelat, ganjur, blas, tikus dan keong emas, tak mempan dibasmi aneka jenis pestisida.

Lantaran kalap, mereka melakukan tindakan di luar pakem pemberantasan hama. Mereka menggunakan obat racikan “aneh”. "Untuk membasmi wereng saya gunakan oplosan pestisida dan sabun deterjen,” kata Kusnadi, petani di Desa Cihambulu, Kecamatan Pabuaran. Sedangkan untuk membasmi tikus, mereka menggunakan oplosan oli, keong emas, dan tembakau.

Baca:

Petani dan Militer VS Hama Padi

Obat racikan aneh itu dianggap lebih manjur ketimbang pestisida biasa. "Hasilnya lumayan, padi saya bisa diselamatkan. Meski tetap harus melakukan tanam sulam," ujar Kusnadi.

Darta, petani di Desa Dawuan Kaler, juga meracik sendiri obat tanaman padinya. "Pestisida dan minyak tanah," ujarnya. Batang cokelat membuat tanamannya busuk di bagian rumpun dan batang serta meranggas daunnya. "Itu bisa berlangsung seketika dalam waktu satu malam," ujar Darta.

Kepala Desa Cihambulu, Hasan Abdul Munir, mengatakan dari 200 hektarean tanaman padi milik warganya, 80 hektar di antaranya rusak parah akibat serangan wereng batang cokelat, keong emas, dan tikus. "Tanaman yang diserang ada yang baru berumur 50 hari dan siap panen."

Serangan hama paling ganas adalah wereng batang cokelat. Akibat serangan batang cokelat itu, padi yang bisa dipanen setiap hektarenya paling menghasilkan dua sampai tiga ton. Padahal, jika dalam kondisi normal hasil panennya bisa mencapai enam ton per hektarenya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Djaja Rohadmadja, tak menampik adanya serangan berbagai macam hama dalam masa tanam rendeng itu. Namun, menurut dia, semuanya masih wajar. "Masih terkendali," kata Djadja.

Soal petani meracik obat aneh, Dinas tak bisa melarangnya karena itu inisiatif petani sendiri. Ia mengaku telah menjelaskan agar petani tetap menggunakan pestisida, namun mereka tetap ngotot pakai obat racikannya sendiri.

Djadja mengatakan hama wereng batang cokelat sudah menyerang 354 hektare, penggerek batang menghabiskan tanaman 64 hektare, blas 26 hektare dan tikus seluas 46 hektare tanaman padi berusia dua pekan hingga yang siap dipanen. Upaya pemberantasan hama yang sudah dilakukan dengan cara gropyokan atau gotong royong. "Gropyokan dilakukan bukan saja dalam membasmi hama tikus, tetapi juga wereng batang cokelat, blas dan penggerek batang."

Pada saat gropyokan, Dinas juga memberikan obat pestisida secara gratis. "Kami juga membimbing untuk mengendalikan serangan hama ganas itu."

NANANG SUTISNA

Berita terkait:

Petani Pakai Pola Refugia: Hama Musnah, Beras Melimpah
Refugia, Sistem Pembasmi Hama dengan Bunga

 






Kiat Menanam Bunga Matahari Dapatkan Pula Manfaatnya

12 hari lalu

Kiat Menanam Bunga Matahari Dapatkan Pula Manfaatnya

Menanam bunga matahari memiliki berbagai manfaat baik bagi kebun dan pekarangan. Berikut kiat menanam bunga matahari.


Dampak Perubahan Iklim terhadap Pertanian: Petani Gagal Panen

47 hari lalu

Dampak Perubahan Iklim terhadap Pertanian: Petani Gagal Panen

Mengenai kesuburan tanah, perubahan iklim seperti curah hujan yang menurun berdampak signifikan terhadap daya dukung tanah.


Kementan Bekali Penyuluh Cara Mengendalikan Hama

25 Juli 2022

Kementan Bekali Penyuluh Cara Mengendalikan Hama

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan penyuluh pertanian agar mampu melakukan pengendalian hama secara terpadu.


Harga Cabai Meroket, Apa Penyebabnya?

18 Juni 2022

Harga Cabai Meroket, Apa Penyebabnya?

Harga cabai dalam beberapa waktu terakhir melonjak tajam, terutama cabai rawit merah. Apa penyebabnya?


Potensi Desa Wisata Cisaat Subang Dipuji Sandiaga: Menarik untuk Warga Ibu Kota

6 Maret 2022

Potensi Desa Wisata Cisaat Subang Dipuji Sandiaga: Menarik untuk Warga Ibu Kota

Desa wisata Cisaat di Kabupaten Subang dengan beragam potensinya terus mengalami kenaikan pengunjung sejak hadir pada 2016.


Kiat Menanam Sayuran Organik di Lahan Terbatas

3 Maret 2022

Kiat Menanam Sayuran Organik di Lahan Terbatas

Pengendalian hama pada sayuran organik bukan dengan cara membasmi sampai ke akarnya. Tapi melalui pengamatan selama proses penanaman.


Deretan Masalah yang Rentan Mengganggu Pertumbuhan Tanaman Hias Aglaonema

26 Januari 2022

Deretan Masalah yang Rentan Mengganggu Pertumbuhan Tanaman Hias Aglaonema

Tanaman hias aglaonema gampang perawatannya, tapi bukan berarti tak ada sama sekali masalah saat pertumbuhan


ITS Ciptakan Alat Perangkap Hama Padi Berbasis Energi Surya

26 November 2021

ITS Ciptakan Alat Perangkap Hama Padi Berbasis Energi Surya

Tim Abmas ITS menciptakan alat perangkap hama padi berbasis energi surya Light Trap Lampu LED.


Komisi IV DPR Apresiasi Kementan Kendalikan Hama Antisipasi La Nina

19 November 2021

Komisi IV DPR Apresiasi Kementan Kendalikan Hama Antisipasi La Nina

Menggandeng pemerintah daerah dan aparat TNI, para petani di Desa Pekayon, Sukadiri, Kabupaten Tangerang melakukan gropyokan tikus dan normalisasi saluran air.


7 Tips Mengusir Hama dari Rumah Anda Musim Panas Ini

28 Juni 2021

7 Tips Mengusir Hama dari Rumah Anda Musim Panas Ini

Senyawa tertentu dalam kopi beracun bagi serangga, jadi meninggalkan ampas kopi di sekitar rumah Anda dapat membantu mencegah masuknya hama