Cegah Penyebaran Antraks, JK: Harus Ada Operasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging sapi. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi daging sapi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan operasi pencegahan antraks harus dilakukan di daerah-daerah yang terjangkit virus itu. Operasi harus dilakukan agar tidak ada penyebaran virus maupun menimbulkan ketakutan di masyarakat.

    "Pasti harus diadakan operasi, di samping pemusnahan yang sudah kena, juga bagaimana hewan-hewan di masyarakat khususnya anjing juga di-treatment," kata Wakil Presiden sebagaimana direkam oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Setwapres. Wakil Presiden mengatakan ini kepada wartawan yang bertanya mengenai penyebaran antraks di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Baca: Gorontalo Musnahkan Kerbau Terduga Antraks

    Seperti diberitakan, belasan warga Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo, terkena virus antraks setelah mengkonsumsi daging sapi yang diduga terserang antraks. Dalam pengetesan laboratorium oleh pemerintah daerah setempat, ada 16 orang yang terkena virus itu.

    Menurut Kalla, penyebaran virus itu sangat berbahaya. "Biasanya kalau banyak terbuka begitu memang kadang-kadang orang takut bahaya, masyarakat takut makan daging." Oleh karena itu, dalam operasi, selain melalui pencegahan, harus ada pemusnahan hewan yang diduga mengidap virus antraks.

    AMIRULLAH SUHADA


    Berita Terkait
    Sierra Leone Terapkan Status Darurat Ebola
    Tertular Ebola, Dokter Brantly Diterbangkan ke AS
    Pandoravirus, Rantai Penghubung Virus dan Sel
    Polisi: Kiriman ke Kedutaan Prancis Bukan Antraks
    BIN: Paket di Kedubes Prancis Bukan Antraks


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?