Demokrat Siap Berdialog dengan Presiden Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY dan Jokowi. AP/Mark Baker

    SBY dan Jokowi. AP/Mark Baker

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan partainya membuka peluang berkomunikasi dengan pemerintah. Ini terkait dengan adanya komunikasi politik Presiden Joko Widodo ke beberapa pimpinan partai beberapa waktu terakhir. Partai Demokrat adalah salah satu partai yang belum ditemui Presiden terkait dengan agenda konsolidasi politiknya.

    “Masih banyak waktu untuk berdialog. Ada peluang yang selalu terbuka dengan siapa saja. Kalau sudah tiba waktunya, kami akan siap dan senang. Kalau pas, kami siap berdialog,” kata Hinca di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu, 21 Januari 2017.

    Hinca mengatakan semua pihak termasuk partainya mencintai dialog dan silaturahmi. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, kata dia, juga senang bersilaturahmi termasuk dengan pimpinan negara. “Mungkin belum pas waktunya,” kata dia.

    Pada akhir 2016, Presiden Jokowi kerap menjamu pimpinan partai politik di Istana Negara. Dari Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy, hingga Ketua Partai Golkar Setya Novanto.

    Tak hanya itu, Presiden menyambangi beberapa kelompok organisasi kemasyarakatan Islam dan juga aparat penegak hukum. Wacana pertemuan Jokowi dan Yudhoyono pun mengemuka. Sejumlah partai, termasuk Demokrat dan PDIP menyokong wacana itu. Bahkan, kelompok pendukung Jokowi, ormas Projo, menyatakan mendukung usulan pertemuan Jokowi-Yudhoyono.

    ARKHELAUS WISNU | ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.