Bali Ditargetkan Sedot 40 Persen Turis Asing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis asing beradu cepat dengan pedagang saat lomba balap gerobak sampah dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. Lomba ini digagas oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan petugas kebersihan Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    Turis asing beradu cepat dengan pedagang saat lomba balap gerobak sampah dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. Lomba ini digagas oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan petugas kebersihan Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CODenpasar - Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan Provinsi Bali Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan pemerintah pusat menargetkan Bali memperoleh 40 persen kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional. Target turis asing sendiri diproyeksikan sebesar 15 juta orang pada 2017.

    Bali mendapat porsi lebih besar daripada daerah lain, karena Pulau Dewata masih menjadi primadona bagi pelancong yang hendak berlibur ke Indonesia. "Bali masih menjadi nomor satu untuk daya tarik wisatawan mancanegara ke Indonesia," kata Wisnu, Sabtu, 21 Januari 2017.

    Selain Bali, DKI Jakarta mendapat target 30 persen untuk kunjungan turis mancanegara pada 2017. Setelah Jakarta, Batam ditargetkan 20 persen dan daerah lain 10 persen.

    "Selain memacu tiga daerah tersebut, Kementerian Pariwisata akan membangun top ten destination di Indonesia," ujarnya.

    Kementerian Pariwisata akan membangun 10 destinasi wisata baru, seperti Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Kepulauan Seribu (Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

    Wisnu mengatakan Kementerian Pariwisata akan menjadi pemimpin dari instansi lain. "Produk-produk atau destinasinya nanti disiapkan kementerian atau lembaga (K/L) lainnya," ujarnya.

    Untuk asal negara, yang ditargetkan paling banyak mendatangi Indonesia adalah Cina, ASEAN, dan Australia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.