Buntut Sidak Zumi Zola, RSUD Tegur Keras 12 Pegawainya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jambi, Zumi Zola yang melakukan sidak di umah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher. youtube.com

    Gubernur Jambi, Zumi Zola yang melakukan sidak di umah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher. youtube.com

    TEMPO.CO, Jambi - Manajemen RSUD Raden Mattaher mengambil langkah tegas setelah inspeksi mendadak oleh Gubernur Jambi Zumi Zola menemukan banyak petugas jaga perawat dan dokter sedang tidur saat bertugas. Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Raden Mattaher drg Iwan Hendrawan langsung memberikan teguran keras lantaran malu dengan kinerja anak buahnya.

    “Yang kedapatan tertidur saat jam kerja pada saat sidak pak gubernur langsung kita SP3," kata Iwan seperti dikutip dari Antara, Jumat, 20 Januari 2017. Ia menyayangkan hal tersebut karena sebelumnya sudah ada 50 orang dirasionalisasi. “Tapi kinerja mereka tidak meningkat juga.”

    Iwan menyebutkan, peringatan itu adalah peringatan terakhir bagi para anak buahnya. Di kemudian hari bila masih ada yang kedapatan tidur, akan langsung dipecat. "Tadi ada 12 orang termasuk satpam kita beri SP3. Bila nanti melakukan kesalahan lagi, mereka bisa langsung dipecat," katanya.

    Sebelumnya, Gubernur Jambi Zumi Zola marah saat sidak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi, Jumat dini hari. Saat itu ia mendapati petugas jaga perawat dan dokter sedang tidur saat bertugas.

    Ketika sidak gubernur mendatangi satu persatu ruangan dan banyak di temukan sejumlah perawat dan dokter yang bertugas malam itu tertidur pulas. Mendapati hal tersebut, Zumi menjadi marah dan sempat membanting kursi.

    Di gedung perawatan kelas III, Zumi juga mendapati tempat perawat dan dokter berjaga kosong. Dia pun langsung menggedor pintu kamar yang ada di meja penjagaan. Begitu masuk ke dalam kamar tersebut, Zumi mendapati para perawat dan dokter juga sedang terlelap tidur. Zumi pun tak mampu menahan emosinya dan berteriak membangunkan mereka serta menyuruhnya keluar.

    Zumi kembali melanjutkan sidaknya ke gedung perawatan jantung. Di sini ruang jaga terlihat kosong. Zumi hendak masuk ke kamar di belakang ruang jaga, tapi tidak bisa karena pintu kamar dikunci dari dalam. Berkali-kali digedor, akhirnya pintu dibuka.

    Begitu masuk Zumi menyaksikan para perawat dan dokter yang terbangun dan terkaget-kaget melihat kehadiran dirinya. Zola menyebutkan sidak dilakukan setelah mendapatkan pengaduan dari warga yang mengeluhkan pelayanan perawat dan dokter rumah sakit itu.

    Zumi pun meminta PNS yang tidak disipilin segera pindahkan dari rumah sakit. Begitu juga dengan tenaga honorer kalau tidak disiplin, kata dia, tidak tertutup kemungkinan juga akan dilepaskan dari rumah sakit tersebut.

    "Jumlah tenaga honorer di rumah sakit ini melebihi kebutuhan. Logikanya adalah kalau melebihi berati kualitas pelayanan harusnya lebih juga," kata Zumi. Terkait temuan itu Zumi akan menindaklanjuti, bahkan dirinya akan mengirimkan inspektorat untuk mengaudit untuk mengetahui permasalahannya dimana.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.