Hadiri Natal Nusantara Demokrat, SBY: Pangling Saya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers menanggapi kasus menghilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir Said di Kediamannya Puri Cikeas, 25 Oktober 2016. TEMPO/Kurnia Rizki

    Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers menanggapi kasus menghilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir Said di Kediamannya Puri Cikeas, 25 Oktober 2016. TEMPO/Kurnia Rizki

    TEMPO.CO, Jakarta -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri acara Natal Nusantara Partai Demokrat, Sabtu, 21 Januari 2017. SBY-sapaan akrabnya- datang dengan pengawalan pasukan pengamanan presiden sekitar pukul 18.30.

    SBY didampingi istrinya, Ani Yudhoyono, dan anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Aliya Rajasa serta Agus Harimurti Yudhoyono dan Anisa Pohan. SBY, yang datang mengenakan kemeja batik, langsung turun dari mobilnya dan mengucapkan selamat.

    "Selamat malam," kata Yudhoyono di Jakarta Convention Center, Jakarta. "Pangling saya," kata Yudhoyono sambil menyalami penyambutnya. Ia pun ditahan dalam ruang tunggu VVIP.

    Natal Nusantara digelar Partai Demokrat malam ini. Hadir juga beberapa petinggi partai seperti EE Mangindaan dan Amir Syamsuddin. Sejumlah artis juga mengisi perayaan Matal yang telah berlangsung sejak pukul 17.00.

    Ada beberapa pesan Natal Nusantara yang diselenggarakan DPP Partai Demokrat. Ketua Panitia, Benny K. Harman, mengatakan perayaan Natal mengingatkan kepada seluruh masyarakat, terutama umat Kristiani pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan antar suku, agama, golongan.

    ARKHELAUS W.

    Berita lain:
    Isu Antraks di Yogya, Kementerian Turunkan Tim Investigasi
    Cara Mengenali dan Mencegah Penularan Penyakit Antraks  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.