Ini Sebab Hanandjoedin Belitung Jadi Bandara Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan berkunjung di Pantai Tanjung Tinggi, Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, 20 Juli 2016. Salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi, menjadi magnet wisatawan selama enam tahun terakhir. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah wisatawan berkunjung di Pantai Tanjung Tinggi, Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, 20 Juli 2016. Salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi, menjadi magnet wisatawan selama enam tahun terakhir. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Hanandjoedin, Tanjung Pandan, Kapubaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung resmi menjadi bandara internasional untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan mancanegara.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bandara tersebut sudah dilengkapi dengan bea cukai, imigrasi dan karantina (CIQ). Saat ini Bandara Hanandjoedin sudah bisa didarati oleh jenis pesawat berbadan sedang Boeing 737-800 NG, 737-900ER dan Airbus A320.

    "Kami tahu potensi wisata di sana dan kami ingin mengajak turis untuk ke sana (Bangka Belitung)," kata Budi Karya Sumadi saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Jumat 20 Januari 2017.

    Untuk itu, menteri perhubungan meminta kepada maskapai-maskapai untuk mempromosikan kegiatan internasional ke beberapa negara.

    Baca juga:
    Kabar Antraks di Yogya, Puskesmas Diminta Waspada
    Duh, Topi Pendukung Donald Trump Ternyata Dibuat di Vietnam

    Ke depannya, Budi menyebutkan bandara yang akan dirintis untuk menjadi bandara internasional adalah Bandara Labuan Bajo. Selama ini di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, diketahui sudah ada bandara yaitu Bandara Komodo. Jika jadi, bandara ini yang kemungkinan akan ditingkatkan statusnya menjadi Bandara Internasional. Menurut dia, potensi wisatanya yang cukup menarik, sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

    "Labuan Bajo sangat potensial sekali dan dekat dengan Australia," katanya.

    Namun, ia menekankan pada penguatan infrastruktur serta faktor keamanan serta keselamatan bandara. Di sisi lain memang, kata dia, bermanfaat untuk pariwisata. "Tapi ada sebab lainnya seperti 'security' (keamanan)," katanya.

    Kajian lebih lanjut diperlukan, kata Budi Karya, karena pembukaan internasional sebuah bandara memang bermanfaat dari segi pariwisata tapi juga ada risiko lain, seperti keamanan. "Kami akan lihat seksama."

    ANTARA | DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.